radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Dendam ibarat api dalam sekam. Bila dibiarkan mengendap, ia tak hanya merusak hati, tetapi juga sanggup membutakan nurani hingga merenggut nyawa.
Rabu (29/7) malam, Kasmadi, 30, melangkah penuh amarah menembus pekatnya malam di Desa Talunrejo, Kecamatan Bluluk, Lamongan.
Di tangannya, sebatang kayu panjang tergenggam erat—seolah menjadi penumpas atas prasangka yang membakar dadanya.
Baca Juga: Pengembangan Kasus Pasutri Pengedar Sabu di Brondong, Kurir Menyusul Ditangkap
Tujuannya hanya satu: rumah Simat, 68, tetangganya di Desa Talunrejo.
Malam itu, sekitar pukul 20.00, Simat tengah duduk santai di teras rumah, menikmati angin malam tanpa curiga sedikit pun.
Tanpa basa - basi, Kasmadi datang mendekat dan mengayunkan kayu di tangannya persis ke arah kepala lansia tersebut. Seketika, tubuh renta Simat tersungkur bersimbah darah.
Baca Juga: Ngecer Sabu di Rumah, Pasutri Diciduk Bersama
Pihak keluarga yang panik langsung melarikan korban ke BP Muhammadiyah Desa Drokilo, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro.
Lantaran kondisinya kritis, Simat dirujuk ke RSUD Sumberrejo, Bojonegoro. Takdir berkata lain. Setelah sempat tak sadarkan diri dalam perawatan intensif, napas sang petani itu akhirnya terhenti.
Korban mengembuskan napas terakhirnya akibat luka parah di kepala, pendarahan otak, serta memar di mata kanan.
"Satu pelaku telah diamankan oleh anggota setelah melakukan pemukulan tetangganya sendiri hingga meninggal," kata Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M Hamzaid.
Keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke mapolsek setempat. Anggota Polsek Bluluk bergerak cepat dengan mengamankan tersangka di rumahnya malam itu juga.
"Pelaku langsung diamankan oleh anggota," imbuh Hamzaid.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kata Hamzaid, latar belakang tersangka melakukan aksi kejahatan tersebut diduga dendam kepada korban.
Penyebabnya, orang tua tersangka mengalami patah kaki. Penyakit itu dianggap tersangka karena diguna — guna korban. (mal/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma