LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Penyelidikan terhadap lima pelaku ganjal ATM yang tertangkap di depan Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Lamongan, Jumat (12/6), terus dikembangkan.
Polisi menduga komplotan asal Palembang, Sumatera Selatan tersebut sudah berulang kali menjalankan aksinya di wilayah Lamongan maupun kota-kota lain.
Hingga Senin (15/6), kelima tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Lamongan.
Korps Bhayangkara melacak rekam jejak digital dan aksi lapangan mereka, mengingat komplotan ini terorganisasi dengan mobilitas tinggi menggunakan mobil sewaan.
‘’Sampai saat ini, semua pelaku masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh anggota,’’ terang Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid.
Berdasarkan hasil maping sementara, komplotan Palembang ini terindikasi kuat terlibat dalam aksi ganjal ATM di beberapa titik lain di Lamongan.
Salah satunya di wilayah Tambakboyo, tepatnya di depan Rumah Sakit Permata Hati beberapa bulan lalu.
Baca Juga: Tahun Baru Hijriah Sebagai Momentum Menuju Kejayaan Lamongan
Petugas masih mencocokkan laporan polisi (LP) lain yang memiliki modus serupa.
‘’Jadi sabar terlebih dahulu, anggota masih melakukan pemeriksaan mendalam (untuk mengungkap TKP lain),’’ terangnya.
Seperti pernah diberitakan, aksi kejahatan ini terbongkar berkat kecurigaan warga setempat setelah salat Jumat.
Ilul Nafari, salah seorang saksi mata menceritakan, awalnya melihat seorang pria berbadan gemuk sedang memesan kopi di warung seberang bilik ATM Disdik Lamongan.
Selesai membayar, pria gemuk tersebut masuk ke dalam ruang ATM. Tak lama kemudian, dia keluar dan menghampiri temannya yang berciri-ciri rambut panjang di dekat lokasi.
Beberapa saat kemudian, pria gemuk itu masuk kembali ke bilik ATM. Sementara temannya berjalan keluar gerbang Kantor Disdik Lamongan menuju ke arah barat.
Situasi mendadak berubah tegang ketika pria gemuk tersebut tiba-tiba keluar dari bilik ATM dan langsung lari kencang ke arah timur.
‘’Saya kaget melihat orang gemuk tadi keluar dan lari ke arah timur. Bersamaan dengan itu, beberapa warga berteriak-teriak (maling),’’ ucap Ilul.
Baca Juga: Mengganggu Kantibmas, Polres Lamongan Kembali Amankan 85 Motor Knalpot Brong
Mendengar teriakan tersebut, warga spontan melakukan pengejaran. Pelarian pelaku terhenti sekitar 500 meter dari TKP setelah dikepung massa.
Beruntung, saat bersamaan ada anggota kepolisian yang melintas di lokasi, sehingga aksi main hakim sendiri bisa diredam.
‘’Jadi totalnya ada lima orang yang melakukan aksi tersebut dengan menggunakan mobil pelat B. Sekarang semuanya sudah diamankan oleh polisi,’’ jelasnya. (mal/ind)
Editor : Indra Gunawan