radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Sepak terjang Khamid Hasan, 41, dalam dunia curanmor berakhir di meja penyidik Satreskrim Polres Lamongan.
Warga Desa Dadapan, Kecamatan Solokuro tersebut diringkus Tim Jaka Tingkir saat menunggu calon pembeli di salah satu warung kopi (warkop) di Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng.
Kedoknya terbongkar sesaat sebelum bertransaksi menggunakan sistem cash on delivery (COD).
"Tersangka diamankan anggota saat berada di warung kopi tersebut hendak melakukan penjualan hasil pencurian yang pertama," kata Kapolres Lamongan, AKBP Arif Fazlurrahman, kemarin (19/5).
Dari hasil interogasi mendalam, pria paruh baya ini ternyata tidak hanya sekali melancarkan aksi kejahatan.
Dalam catatan kepolisian, Khamid terhitung sudah tiga kali mengobrak-abrik wilayah pesisir Paciran dengan memanfaatkan kelengahan para korbannya.
Baca Juga: Viral Usai Konten Pesulap Merah, Ini Sejarah Asli Pesarean di Balik Mitos Pesugihan Gunung Kawi
Aksi pertamanya dilancarkan pada siang hari (30/4). Saat itu, tersangka menyasar motor Honda S 2249 JAQ yang diparkir di pinggir pantai cemara.
Korban yang asyik membenahi jaring ikan di tepi laut, tersentak kaget saat hendak pulang mendapati kendaraannya sudah raib dari tempat semula.
Merasa sukses, di hari yang sama tersangka langsung bergeser mencari sasaran baru. Kali ini, area pasar di kompleks makam Sunan Drajat. Khamid menggasak Honda Beat S 3687 JBO yang ditinggal pemiliknya menjaga stan jualan.
Tersangka kembali beraksi di sebuah halaman warkop di wilayah Paciran (1/4). Sebuah Honda Scoopy S 6948 JA disikat.
"Dari pengungkapan pertama itulah, akhirnya tersangka mengakui perbuatanya sebanyak tiga kali di wilayah Paciran," terang Kapolres.
Beruntung, tiga motor hasil curian tersebut belum sempat berpindah tangan ke penadah ataupun pembeli karena keburu diendus polisi.
Tersangka baru menawarkan satu motor melalui media sosial facebook.
"Barang bukti yang diamankan, sebanyak tiga sepeda motor beserta pemiliknya dan dikembalikan lagi serta satu buah kunci T dan kunci sepeda motor yang masih menempel," tuturnya. (mal/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma