radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Tabir gelap di balik tewasnya Sumarto, 56, guru seni salah satu SMA di Babat, mulai tersingkap.
Setelah motif pembunuhan dikantongi, penyidik Satreskrim Polres Lamongan kini bakal merampungkan berkas perkara.
Agenda terdekat: reka ulang adegan untuk memperjelas aksi bengis Sampun, 76, yang tega menghabisi nyawa anak kandungnya sendiri itu di rumahnya di Talun, Desa Sidogembul, Kecamatan Sukodadi.
Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M Hamzaid, menjelaskan, proses hukum terus bergulir.
Surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) sudah dikirimkan ke pihak kejaksaan negeri (kejari) setempat.
Saat ini, korps berseragam cokelat itu fokus menuntaskan pemberkasan.
Untuk sementara, sudah ada lima saksi dan satu saksi ahli.
"Fokus kami saat ini adalah penyelesaian berkas," ujar Hamzaid kemarin (27/1).
Disinggung mengenai rencana reka ulang, Hamzaid memastikan agenda tersebut tetap ada.
Hal itu krusial mengingat korban meninggal dunia di tempat kejadian kejadian (TKP).
Rekonstruksi bakal menjadi kunci untuk memperjelas kronologi kejadian sebelum dipaparkan di depan meja hijau.
Namun, perihal kapan dan di mana lokasi reka ulang tersebut bakal digelar, pihak kepolisian masih menunggu koordinasi dengan JPU.
Seperti diberitakan, Satreskrim Polres Lamongan mengungkap motif pembunuhan tragis di Desa Sidogembul.
Tersangka Sampun, 76, nekat membunuh anak kandungnya, Sumarto, 56, dengan menghamtamkan tabung elpiji 3 kg yang kosong karena sakit hati terkait pembagian warisan.
Sumarto mendapatkan bagian warisan dari orang tuanya Sampun.
Korban dianggap tidak patuh meskipun telah dibesarkan dan disekolahkan.
Berdasarkan hasil tes psikologi, tersangka melakukan aksinya (23/1) dalam keadaan sadar sepenuhnya. (mal/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma