SUKODADI, RADARLAMONGAN.CO – Polisi mengungkap motif pembunuhan yang terjadi di Desa Sidogembul, Kecamatan Sukodadi. Tersangka bernama Sampun, 76, tega menghabisi nyawa anak kandungnya, Sumarto, 56, dengan memukul menggunakan tabung elpiji, Jumat (23/1).
Korban yang diketahui berprofesi sebagai guru seni di salah satu SMA swasta di wilayah Babat tersebut, meninggal dunia di tempat kejadian setelah mengalami luka serius di bagian kepala.
Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman mengatakan, motif pembunuhan dipicu rasa sakit hati dan kekecewaan tersangka terhadap korban.
“Setelah dilakukan pemeriksaan, motifnya adalah sakit hati dan kecewa. Tidak ditemukan tanda-tanda depresi berdasarkan pemeriksaan psikologis,” terangnya.
Tersangka merasa telah membesarkan dan menyekolahkan korban, namun korban dinilai tidak lagi menuruti perkataan orang tua. Terlebih, istri tersangka kerap membela korban karena anaknya sudah dewasa dan memiliki keluarga sendiri.
Hal itulah yang memicu rasa kecewa mendalam pada pelaku. “Sejak sebelumnya memang sering terjadi cekcok antara tersangka dan korban, didasari oleh pembagian warisan dari kakek yang diterima oleh korban,” ungkap Kapolres.
Pada hari kejadian, korban sedang tertidur di rumah, sementara istrinya tengah berbelanja ke pasar. Pelaku yang diliputi amarah lalu menuju dapur, mengambil tabung elpiji kosong, dan memukulkannya ke kepala korban sebanyak beberapa kali hingga korban meninggal dunia.
Istri korban yang pulang dari pasar menemukan suaminya sudah bersimbah darah di ruang tamu. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Polsek sekitar pukul 06.00 WIB. Petugas yang menerima laporan langsung menuju lokasi kejadian.
Dalam perjalanan, pelaku berhasil diamankan di depan kantor kecamatan. Diduga, pelaku hendak menyerahkan diri ke polisi.
Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD dr. Soegiri Lamongan untuk dilakukan visum. Sementara pelaku diamankan di Polres Lamongan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Barang bukti yang diamankan antara lain tabung elpiji, ponsel milik korban, serta serpihan kulit korban yang ditemukan di lokasi kejadian. (mal)
Editor : Anjar D. Pradipta