LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Petugas Polres Lamongan masih mendalami motif dugaan pembunuhan di Desa Sidogembul, Kecamatan Sukodadi pada Jumat (23/1). Terdapat tiga saksi yang telah diperiksa dalam kasus tersebut.
Diberitakan sebelumnya, Sampun, 76, tega menghabisi Sumarto, 56, anaknya sendiri saat tengah tertidur di rumahnya. Korban yang merupakan seorang guru seni di salah satu SMA di wilayah Babat itu meninggal dunia di lokasi kejadian, setelah mengalami luka serius di kepala akibat hantaman tabung LPG.
''Untuk motifnya sabar dulu ya mas, kini masih memeriksa saksi-saksi terlebih dahulu,'' terang KBO Reskrim Polres Lamongan Iptu M. Yusuf kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (24/1).
Lebih lanjut, ia mengungkapkan, petugas telah memeriksa dua orang saksi dari keluarga. Jumlah saksi masih bisa bertambah guna memperjelas motif dari pelaku menghabisi korban.
''Rencana hari ini (kemarin, red) melakukan pemeriksaan satu saksi lagi dari keluarga, sehingga total ada tiga saksi,'' tuturnya.
Semula pelaku dan korban hanya berdua berada di rumah, yakni istri korban sedang belanja ke pasar. Selanjutnya sepulang dari pasar, betapa kagetnya istri korban mendapati suaminya bersimbah darah di ruang tamu.
Istri korban lantas berlari meminta tolong kepada warga sekitar, yang selanjutnya melaporkan kejadian berdarah itu ke Polsek setempat.
Petugas lalu mengamankan pelaku di depan Kantor Kecamatan Sukodadi, yang kemungkinan hendak menyerahkan diri ke Kantor Polisi. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, pelaku menghantam kepala korban empat kali menggunakan tabung LPG.
Kini, pelaku telah diamankan di Polres Lamongan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Barang bukti yang telah diamankan yakni tabung LPG serta handphone milik korban. (mal/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta