radarlamongan.co – jawaposradarlaongan – Satreskrim Polres Mojokerto Kota mengungkap dua tersangka kasus pencurian yang berasal dari luar kota.
Salah satunya warga Lamongan, Miftachur Rama, 19. Seorang lagi, Muhamad Hoirul Anam, 32, warga Desa Pacuh, Kecamatan Balongpanggang, Gresik. Bahkan, Hoirul ‘’dihadiahi’’ timah panas karena berusaha melarikan diri.
Dua peluru yang bersarang di kakinya membuat Hoirul hanya bisa meringis kesakitan di atas kursi roda saat polisi membawanya, Kamis (9/10).
Berdasarkan data kepolisian Hoirul bersama Rama telah beraksi minimal 5 titik tempat kejadian perkara (TKP) selama sepuluh bulan terakhir.
Duet Hoirul – Rama pernah mencuri 2 motor Honda Beat di Perak, Jombang pada Februari dan Maret, motor Honda Vario di Desa Kedungsari, Kecamatan Kemlagi (Agustus), dan Vario di Lamongan.
’’Barang bukti yang kami amankan di antaranya motor korban dan motor sarana, 2 buah mata kunci T, dan 1 gagang kunci T,’’ jelas Kapolres Mojokerto Kota AKBP Herdiawan Arifianto, seperti dilansir Radar Mojokerto.
Aksi keduanya terdeteksi saat mencuri motor Honda Beat S 2140 SV di warkop Seekopi, jalan raya Desa Gempolkerep, Kecamatan Gedeg, Rabu (1/10) sekitar pukul 04.00.
Pencurian motor milik penjaga warkop yang terparkir di halaman depan itu terekam CCTV.
’’Pelaku bisa segera kita identifikasi dan akhirnya ditangkap,’’ imbuh Kapolres.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota AKP Siko Sesaria Putra Suma, mengatakan, Hoirul berusaha kabur saat hendak ditangkap.
Polisi lalu menembak kedua kakinya. ’’Dia melarikan diri, karena pelaku adalah seorang residivis,’’ tuturnya.
Hoirul ditangkap di kosnya di Balongpanggang Kamis (2/10).
Di tempat itu pula, Rama ikut dicokok. Hoirul diketahui pernah mendekam di Lapas Lamongan.
Residivis ini baru bebas sekitar setahun lalu. Dia menjadi otak aksi curanmor. Sementara Rama ikut membantu.
Siko menjelaskan, keduanya lihai mencuri motor yang telah dikunci setir dan ditutup magnet dengan kunci T.
’’Tersangka juga merusak kunci keamanan di cakram rem,’’ tuturnya.
Motor curian itu dijual dengan harga rata-rata Rp 4 juta. (*)
Editor : Arya Nata Kesuma