radarlamongan.co – jawaposradarlamongan - Tiara Angelina Saraswati, 25, asal Desa Made, Kecamatan/Kabupaten Lamongan, bukan satu – satunya korban pembunuhan yang dibuang di wilayah Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.
Kawasan wisata alam andalan Kabupaten Mojokerto ini sudah beberapa kali menjadi tempat pembuangan mayat korban pembunuhan.
Polisi mendata sedikitnya terdapat enam kasus pembuangan jasad di wilayah Pacet selama lima tahun terakhir.
Pada 2020 misalnya. Jasad Vina Aisyah Pratiwi, 21, perempuan asal Kediri yang tinggal di Porong, Sidoarjo, ditemukan di Blok Gajah Mungkur, Kawasan Tahura Raden Soerjo (24/6).
Polisi akhirnya berhasil meringkus dua pelaku pembunuh Vina.
Dua tahun kemudian, jasad Ahmad Hasan Muntolip, 26, asal Mojosari ditemukan terbungkus karpet di jurang tepi jalur tanjakan AMD (22/11).
Sehari pasca penemuan mayat, tiga pelaku pembunuh Muntolip berhasil diringkus.
Karung berisi mayat Angeline Nathania, 22, mahasiswi asal Surabaya juga ditemukan di tepi kalur Pacet-Cangar pada 7 Juni 2023.
Pelaku ternyata sang pacar, Rochmat Bagus Apriatma, 41.
Jasad Anyk Mariyanni, 36, perempuan asal Kediri, ditemukan di Blok Lembah Bang, Tahura R. Soerjo, pada 13 September 2024.
Polisi menangkap teman dekat korban Dedi Abdullah, 36, warga Brebes, Jawa Tengah, yang tega merenggut nyawa Anyk saat berkencan.
Selanjutnya, 1 Juli lalu, warga menemukan mayat bayi di saluran parit depan kantor PLN ULP Pacet, di tepi Jalan Raya Desa/Kecamatan Pacet.
Jasad bayi laki-laki tanpa busana itu membusuk di antara sumbatan sampah.
Hingga kini kasus tersebut masih ditelusuri kepolisian.
Sedangkan puluhan potongan jasad Tiara Angelina Saraswati, 25, asal Kecamatan/Kabupaten Lamongan, ditemukan di jurang tepi turunan AMD Sabtu (6/9).
Kapolres Mojokerto, AKBP Ihram Kustarto, mengatakan, tidak ada pembenaran terhadap aksi sadis pembunuhan.
Dia mengecam para pelaku aksi pembunuhan yang kemudian membuang jasad korban di wilayah Pacet.
”Saya ingatkan, jangan jadikan Kecamatan Pacet tempat untuk membuang jenazah," katanya seperti dilansir Radar Mojokerto.
”Pacet adalah tempat yang indah, Pacet adalah milik alam semesta beserta isinya. Saya pastikan, pelaku yang akan menjadikan Pacet tempat pembuangan terakhir, selama saya masih menjadi Kapolres Mojokerto, saya akan tangkap,” imbuhnya. (*)
Editor : Arya Nata Kesuma