Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Arisan Bodong di Lamongan Kembali Terjadi, Dokter Hingga TKI Turut Jadi Korban, Kerugian Ditaksir Hingga Rp 20 Miliar

Anjar Dwi Pradipta • Minggu, 3 Agustus 2025 | 23:00 WIB
Ratusan orang dari beberapa latar belakang mendatangi Polres Lamongan untuk melaporkan kasus Arisan Bodong.
Ratusan orang dari beberapa latar belakang mendatangi Polres Lamongan untuk melaporkan kasus Arisan Bodong.

LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO — Harapan warga untuk mendapat untung cepat dari arisan justru berubah menjadi petaka. Arisan yang semula dianggap menguntungkan, kini berubah menjadi jerat penipuan. Ratusan warga akhirnya mendatangi Mapolres Lamongan, Minggu (3/8), untuk melaporkan kerugian akibat skema arisan bodong yang ditaksir mencapai lebih dari Rp 20 miliar.

Warga dari berbagai latar belakang mulai dari ibu rumah tangga, dokter, hingga tenaga kerja Indonesia (TKI), secara resmi melaporkan Elda Nura Zilawati (27), warga Desa Sugihan, Kecamatan Solokuro, yang dikenal sebagai pengelola arisan By Elda. Ia diduga telah menghimpun dana dari ratusan anggota melalui skema arisan fiktif, dengan iming-iming keuntungan cepat dan pencairan dana dalam hitungan hari.

Arisan itu sudah berjalan sejak 2020 dan pada awalnya terlihat wajar. Namun dalam dua tahun terakhir, sistem mulai berubah. Skema arisan dijual murah, seperti paket Rp 10 juta ditawarkan hanya Rp 8 juta, dengan janji keuntungan Rp 2 juta, berhasil menarik banyak orang.

“Awalnya kami percaya. Tapi belakangan ternyata tidak ada arisan yang benar-benar dibagikan. Saya sendiri sudah sekitar Rp 2,5 miliar,” ujar Azam, salah satu korban yang mengaku berprofesi sebagai dokter.

Puncak kecurigaan muncul ketika pencairan arisan yang dijadwalkan pada 30 Juli 2025 tak kunjung dilakukan. Sejak itu, Elda menghilang dan mematikan semua akun media sosialnya.

Kuasa hukum para korban, Indahwan Suci Ningati, menyebut pihaknya saat ini mendampingi 144 orang yang sudah resmi melapor. Dari ratusan korban yang saat ini didampingi oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Mawadah, total kerugian yang dilaporkan ditaksir telah mencapai angka puluhan miliar rupiah.

"Hari ini kami LBH Mawaddah menemani korban dari arisan bodong, total kerugian diperkirakan sudah lebih dari Rp 20 miliar," ujarnya saat dikonfirmasi di ruang tunggu Satreskrim Polres Lamongan.

Namun, jumlah korban dan kerugian diperkirakan jauh lebih banyak karena sebagian korban ada yang berasal dari luar Lamongan, seperti Gresik dan Ngawi.

"Untuk sementara saat ini yang teridentifikasi 144 korban, namun itu belum termasuk dari luar daerah seperti gresik dan ngawi," tambahnya.

Hingga berita ini ditulis, keberadaan Elda masih belum diketahui. Kasus ini kini dalam penanganan Satreskrim Polres Lamongan. (jar)

Editor : Anjar D. Pradipta
#arisan bodong #lamongan