radarlamongan.co – jawaposradarlamongan – Pelaku pembunuhan terhadap Fanda Kustiawan, 22, di stan es teh di halaman minimarket, Jalan Taruna, Desa Wage, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, berhasil ditangkap Unit Resmob Satreskrim Polresta Sidoarjo.
Dia tak lain adalah Miftakhul Huda, 34, suami dari Fanda.
Motif sang suami tega menikam istrinya, yang sedang menjaga stan es teh, hingga tewas karena sakit hati.
Pelaku merasa istrinya telah selingkuh dengan pria lain.
Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, AKP Fahmi Amarullah, saat ungkap kasus di Makopolresta Sidoarjo, Senin (11/11), menjelaskan, korban diduga sudah lama berselingkuh.
Ibu kandungnya pelaku yang berinisial SR, Minggu (27/10) pukul 18.30 memberitahukan kepada Huda bahwa mantunya berselingkuh.
Pelaku sempat menanyai istrinya.
Pasangan suami istri ini kemudian bertengkar.
Huda yang naik darah, menampar istrinya.
Tak hanya itu. Dia juga mengusir Fanda.
"Korban pergi meninggalkan rumah. Kemudian, ibu kandung pelaku juga menyampaikan bahwa yang memberitahu informasi itu adalah tetangganya," ujarnya.
Huda ingin memastikan kebenaran kejadian itu dengan menemui tetangganya di Dusun Tani Sawah, Desa Pepe, Kecamatan Sedati, yang berinisial Kr Senin (28/10).
Ternyata, sang tetangga membenarkan dan mengetahui sendiri Fanda memasukkan pria lain ke dalam rumah.
Mendengar pengakuan tetangganya tersebut, Huda semakin emosi dan memutuskan untuk menggugat cerai istrinya.
"Pada hari itu juga pelaku menuju ke kantor Pengadilan Agama untuk menggugat cerai istrinya," imbuh Fahmi.
Pada Jumat (8/11), Huda mengajak istrinya untuk bertemu.
Dia ingin dipertemukan dengan selingkuhannya sang istri.
Fanda mengirimkan lokasi terkininya.
Fanda mengaku sedang bekerja di stan es teh di halaman minimarket, Jalan Taruna, Desa Wage, Kecamatan Taman.
Huda datang dengan mengendarai motor Vario merah sekitar pukul 13.00.
"Pelaku dengan korban sempat terlibat cekcok di halaman minimarket. Pelaku menanyakan siapa selingkuhan korban, namun korban tidak mau menjelaskan," jelas Fahmi.
Karena istrinya tak mengaku, Huda berusaha merebut HP yang dipegang Fanda.
Akhirnya Fanda menunjukkan isi pesan WhatsApp (WA) yang masuk kepada Huda.
Juga ada foto Fanda berduaan dengan pria lain.
Foto pria itu diakui Fanda sebagai mantan pacarnya.
Melihat banyak pria yang mengirimkan pesan ke WhatsApp itu, Huda semakin emosi.
"Pelaku sempat balik ke rumah untuk meminta izin ibunya akan membunuh korban. Larangan dari ibunya tak diindahkan oleh pelaku," ucap Fahmi.
Sekitar 1,5 jam kemudian, Huda kembali datang ke stan es teh.
Kali ini, dia membawa senjata tajam sejenis sangkur yang diletakkan di jok motor.
Setelah mendekati istrinya, pisau sangkur berukuran 30 sentimeter itu ditusukkan berulang kali di bagian punggung dan bagian depan Fanda.
"Menurut pengakuannya, pelaku gelap mata dan marah sehingga tidak ingat berapa kali menusuk korban," ujar Fahmi. (*)
Editor : Arya Nata Kesuma