PACIRAN, Radar Lamongan - Diberitakan sebelumnya, Ade Rohmad merupakan orang pertama yang mengetahui jika ibu dan anak tersebut meninggal di kamarnya.
Tak lama kemudian datang suami siri korban, Kifli ke lokasi kejadian. Keduanya sempat cek-cok hingga salah satu warga menghampiri ke warung tersebut.
Warga tersebut akhirnya mengetahui jika terdapat ibu dan anak yang meninggal di dalam warung. Akhirnya warga melaporkan hal tersebut ke petugas kepolisian.
Hingga kini petugas Polres Lamongan masih menunggu hasil otopsi jenazah ibu dan anak, yang meninggal di dalam kamar warung Desa Banjarwati, Kecamatan Paciran tersebut.
Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Lamongan, kedua jenazah telah tiba di RSUD dr Soegiri Lamongan pada Jumat malam (19/7) pukul 19.30 WIB.
Sedangkan, tim otopsi dari Biddokkes Polda Jatim tiba sekitar pukul 21.00 WIB. Sekitar empat jam lamanya, tim melakukan otopsi dua jenazah tersebut di RS pelat merah tersebut.
Kasi Humas Polres Lamongan Ipda Andy Nur Cahyo melalui Kasatreskrim Polres Lamongan AKP I Made Suryadinata menjelaskan, sampai saat ini anggota masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait meninggalnya ibu dan anak tersebut.
Termasuk menunggu hasil otopsi dari pihak Biddokkes Polda Jatim terkait penyebab kematiannya.
Saat ini masih menunggu hasil otopsi dari pihak Biddokkes Polda Jatim, tuturnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan.
Informasi yang dihimpun wartawan koran ini, terdapat tanda-tanda kekerasan pada kedua jenazah korban, berupa luka leher dan lebam di wajah. Selain itu, beberapa barang milik korban motor matik dan satu HP diduga raib.
Wartawa koran ini belum mendapatkan konfirmasi dari pihak kepolisian terkait hal tersebut. Saat dikonfirmasi via pesan singkat terkait dugaan hilangnya sejumlah barang milik korban, I Made Suryadinata tak kunjung membalas. (mal/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta