radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Polres Lamongan mengungkap empat kasus premanisme selama Operasi Pekat Semeru II.
Kapolres Lamongan, AKBP Agus Dwi Suryanto, menjelaskan, operasi itu dilaksanakan selama dua minggu (1-14/5).
Lima orang berhasil diamankan. Dari jumlah itu, dua orang di antaranya telah dititipkan di Lapas Kelas IIB Lamongan.
Sedangkan tiga tersangka lainnya, masih menjalani pemeriksaan.
Selain itu, polres menetapkan empat pelaku yang ikut serta melakukan pengeroyokan sebagai buron daftar pencarian orang (DPO).
‘’Semua pelaku melakukan pemukulan saat konvoi malam hari bersama – sama,’’ katanya.
Menurut Kapolres, Operasi Pekat Semeru II menitikberatkan pada aksi - aksi premanisme, termasuk kejahatan jalanan.
Semua tersangka yang melakukan pengeroyokan itu saat konvoi malam hari.
Kapolres mencontohkan pengeroyokan di Desa Sekarbagus, Kecamatan Sugio.
Tersangkanya M Raditiya, 23, asal Desa Drajat, Kecamatan Baureno serta Adi Saputro, 25, asal Desa Bungur, Kecamatan Kanor, Bojonegoro.
Pelaku mengeroyok Dyas Gilang, 17, dan Bagus Satrio, 15, keduanya asal Desa Sekarbagus, yang keduanya sedang memperbaiki kendaraannya.
Malam saat kejadian itu, kata Kapolres, ada rombongan 200 orang.
Juga kejadian di wilayah Desa Made, Kecamatan Lamongan.
Rangga Dwi, 23, asal Kelurahan Sukomulyo, Kecamatan Lamongan memukul Ravendra Ciello, 16, asal Desa Made.
Korban berada di warung kopi dan dihampiri tersangka.
Korban dicekik dan dipukul berulang kali.
Kejadian tersebut saat ada konvoi malam hari. (mal/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma