LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Ketika komitmen dan pelayanan RSUD dr Soegiri Lamongan untuk tetap humanis dirawat secara konsisten, apresiasi pun datang mengetuk pintu secara alami.
Sebuah trofi bertajuk Inspiring Healthcare Figures dari Jawa Pos Radar Bojonegoro diserahkan langsung oleh Direktur Radar Bojonegoro Bachtiar Febrianto kepada Direktur RSUD dr. Soegiri Lamongan, dr. Abdur Rohman, SpPD., FINASIM., MEK., di Aston Hotel Bojonegoro, Kamis malam (17/9).
Baca Juga: Madrasah Sabilillah Borong Prestasi Beach Handball
Bukan sekadar bentuk selebrasi, penghargaan tersebut hadir sebagai cermin jernih atas dedikasi dan ikhtiar rumah sakit dalam menghadirkan pelayanan publik yang tak cuma canggih, tetapi juga humanis.
Apresiasi tersebut sekaligus menjadi pemacu bagi jajaran RSUD dr. Soegiri untuk terus berbenah, memperkuat inovasi layanan, serta memberikan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat.
dr. Abdur Rohman mengatakan, penghargaan itu bukan semata-mata pencapaian pribadi. Melainkan apresiasi atas kerja bersama seluruh keluarga besar RSUD dr. Soegiri Lamongan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami menyambut penghargaan ini dengan rasa syukur, haru, dan bangga. Penghargaan ini bukan milik pribadi saya, melainkan milik seluruh keluarga besar RSUD dr. Soegiri Lamongan,” ujarnya.
Baca Juga: Kenali Potensi Anak, Yayasan Sabilillah Gudangnya Prestasi
Menurut dia, penghargaan tersebut sekaligus menjadi pengingat agar rumah sakit tidak berhenti berbenah. Orientasi pada mutu dan keselamatan pasien harus berjalan beriringan dengan pelayanan yang inovatif, adaptif, dan humanis.
Salah satu upaya yang terus diperkuat adalah GEMES (Gerakan Menyapa Soegiri). Program tersebut mendorong seluruh staf untuk memberikan pelayanan yang lebih ramah, hangat, komunikatif, dan responsif.
Sejak diterapkan, perubahan budaya pelayanan mulai dirasakan pasien dan keluarga. Mereka diupayakan mendapat perhatian sejak pertama kali datang, mulai dari sapaan di pintu masuk, informasi yang jelas, hingga sikap petugas yang lebih proaktif membantu.
“Secara kuantitatif, indeks kepuasan pasien kami pantau berkala, dan kami melihat tren yang membaik pada aspek keramahan dan komunikasi petugas,” terang dr. Abdur Rohman
Namun, menurut dia, yang lebih penting adalah memastikan perubahan tersebut menjadi budaya yang konsisten, bukan sekadar seremonial ketika ada penilaian.
Komitmen menghadirkan pelayanan yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat juga diwujudkan melalui penambahan enam poliklinik baru, yakni Poli Psikologi, Pedodonsia, Andrologi, BTKV, Bedah Mulut, dan Poli Medical Check-Up (MCU).
Dr. Abdur Rohman menjelaskan, pemilihan layanan tersebut didasarkan pada kebutuhan nyata masyarakat Lamongan yang selama ini belum terlayani secara optimal. Tidak sedikit pasien yang harus dirujuk ke luar daerah.
“Prinsipnya, kami ingin masyarakat Lamongan cukup berobat di daerah sendiri, tanpa harus menanggung biaya dan waktu tambahan untuk dirujuk ke kota lain,” jelasnya.
Kedepan, pengembangan layanan juga tidak berhenti pada enam poliklinik tersebut. RSUD dr. Soegiri akan terus mengevaluasi kebutuhan layanan spesialistik dan subspesialistik sekaligus memperbarui peralatan medis agar sesuai dengan standar pelayanan modern.
Namun, setiap pengembangan akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran dan kebutuhan riil masyarakat. Dengan begitu, investasi yang dilakukan benar-benar memberikan dampak bagi pasien.
Baca Juga: Ketua Yayasan Sabilillah Lamongan, H. Ongki Wijaya Ismail Putra, S.T. Raih Radar Bojonegoro Awards
Di sisi lain, RSUD dr. Soegiri juga terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Apalagi, rumah sakit tersebut telah meraih Akreditasi Paripurna sebagai lembaga pelatihan bidang kesehatan.
Status tersebut, kata dr. Abdur Rohman bukan sekadar pencapaian administratif, tetapi sebuah amanah. Kedepan, program pelatihan internal dan eksternal akan diperluas.
Termasuk memperbanyak kerja sama pendidikan dengan institusi kesehatan dan perguruan tinggi serta mendorong tenaga medis mengikuti pelatihan bersertifikasi sesuai perkembangan ilmu kedokteran.
“Kami juga ingin RSUD Soegiri menjadi tempat magang dan pelatihan rujukan bagi tenaga kesehatan dari daerah sekitar,” katanya.
Ia menegaskan, penghargaan Inspiring Healthcare Figures bukanlah garis akhir. Justru menjadi penyemangat bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.
“Penghargaan ini adalah titik awal, bukan garis akhir. Pelayanan yang baik itu hasil kerja bersama, bukan satu-dua orang saja. Mari kita jadikan pengakuan ini sebagai pengingat untuk terus menyapa pasien dengan hati, bukan karena sedang dinilai, tapi karena memang itu jati diri kita sebagai RSUD dr. Soegiri,” tegasnya.
Target besar berikutnya adalah memperkuat mutu pelayanan secara menyeluruh. Mulai aspek klinis, fasilitas, hingga pengalaman pasien. RSUD dr. Soegiri juga ingin terus mengembangkan status kelembagaan dan cakupan layanan spesialistik.
“Target kami kedepan adalah menjadikan RSUD dr. Soegiri sebagai rumah sakit rujukan yang benar-benar dipercaya masyarakat Lamongan dan sekitarnya, dengan pelayanan yang humanis sebagai ciri khas yang melekat, bukan sekadar slogan,” pungkasnya. (lam/ind)
Editor : Indra Gunawan