Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Enam Bulan, Nyawa 58 Bayi di Lamongan Melayang. Berikut Faktor Penyebabnya

Rika Ratmawati • Jumat, 17 Juli 2026 | 16:08 WIB
Kasus angka kematian ibu (AKI) serta angka kematian bayi (AKB) terus menjadi perhatian serius.
Kasus angka kematian ibu (AKI) serta angka kematian bayi (AKB) terus menjadi perhatian serius.

LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Kasus angka kematian ibu (AKI) serta angka kematian bayi (AKB) terus menjadi perhatian serius. Meski temuan kasus di Kota Soto ini masih di bawah rata-rata provinsi maupun nasional, tapi langkah preventif di lapangan terus digencarkan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan dr. Chaidir Annas melalui dr. Mafidhatul Laely, Kabid Kesmas Dinkes Lamongan menjelaskan, untuk temuan kasus AKI di Lamongan mulai Januari hingga Juni ada 7 orang. Kemudian AKB sebanyak 58 kasus dari 16.925 kelahiran.

Baca Juga: Perbaikan Jembatan Jalan Nasional di Desa Deket Kulon Diproyeksikan Memakan Waktu Satu Bulan

Menurut dia, angka ini berhasil ditekan melalui program preventif yang sedang berjalan di lapangan. ‘’Kita terus berusaha agar kasusnya bisa turun setiap tahun,” jelasnya.

Fidha mengatakan, kasus AKB paling banyak disebabkan berat badan lahir rendah (BBLR), sehingga pemerintah berusaha memberikan tambahan pemenuhan gizi untuk ibu hamil.

Selain itu, melalui kader posyandu juga disediakan kelas ibu hamil, agar kebutuhan gizi selama masa kehamilan bisa terpenuhi.

Bahkan setelah lahir, kondisi berat badan anak terus dipantau. Jika kurang ada pendampingan dari kader setempat.

Serta disiapkan makanan tambahan untuk bayi dengan berat badan rendah atau gejala stunting, melalui program 1-10-100 yang disiapkan TP PKK Kabupaten Lamongan.

Baca Juga: Cari Pemicu Terjadinya Kebakaran di Pasar Agrobis Babat Tim Labfor Polda Jatim Turun Tangan 

Selain itu, lanjut dia, untuk kematian ibu sebagian besar disebabkan pre-eklampsi. Biasanya selama masa kehamilan, ibu sudah memiliki riwayat hipertensi.

Sehingga ibu hamil harus rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Tujuannya untuk mencegah keadaan yang tidak diinginkan.

 

Khususnya bagi ibu hamil berisiko tinggi, seperti yang memiliki penyakit bawaan atau usianya sudah di atas 35 tahun.

‘’Upaya yang sudah dilakukan untuk menurunkan AKI dan ABI melalui intervensi komprehensif pada fase krusial, yaitu masa kehamilan, persalinan, serta masa paska persalinan,’’ pungkasnya. (rka/ind)

Editor : Indra Gunawan
dinkes lamongan