Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Dinas Kesehatan Lamongan Deteksi 22 Kasus Campak 

Rika Ratmawati • Rabu, 8 April 2026 | 19:00 WIB
Grafis data kasus campak di Lamongan. (Ainur Ochiem/Radar Lamongan)
Grafis data kasus campak di Lamongan. (Ainur Ochiem/Radar Lamongan)

 

radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Penyakit campak tetap harus diwaspadai. Kepala Dinas Kesehatan Lamongan, dr Chaidir Annas, melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, dr Yani Khoirurakhmawati, menjelaskan, hingga bulan ini terdata 22 kasus campak. 

Sebagian di antaranya masih suspek dan menunggu hasil laboratorium.

Menurut dia, pasien dinyatakan suspek karena ada gejala awal panas, batuk, pilek disertai ruam.

Baca Juga: Pemerataan Tuntas, Training Ground Kawasan Gajahmada Lamongan Bisa Dipakai Lagi 

Pasien yang suspek tersebut masih dilakukan penanganan dan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui virusnya seganas apa.

Sebab, pernah terjadi pasien meninggal pada hari ketiga karena panas, batuk, dan pilek, namun kondisinya diperparah jumlah virus yang tinggi serta komorbid.

“Mudah-mudahan kasusnya bisa ditekan, karena kami terus berusaha untuk melakukan surveilans, pengawasan, dan vaksin,” jelasnya. 

Yani mengatakan, selain jumlah virusnya, kondisi tubuh pasien dan lingkungannya perlu dianalis.

Virus akan terus bermutasi. Bahkan, mereka yang sudah dilakukan imunisasi, memori imunisasinya bisa terhapus apabila dna yang sama dengan campak. 

Yani menambahkan, upaya yang bisa dilakukan saat ini dengan melengkapi imunisasi.

Stok vaksin tahun ini sangat aman. “Kita berusaha memberikan hak anak untuk hidup dengan memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik,” tuturnya. (rka/yan) 

Editor : Arya Nata Kesuma
#virus campak #Komorbid #dinkes lamongan #lamongan