Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Dua Bulan Terdeteksi 22 Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) Baru di Kabupaten Lamongan

Rika Ratmawati • Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:27 WIB
Ilustrasi gambar orang dengan HIV/AIDS. (Gemini AI/RADAR LAMONGAN)
Ilustrasi gambar orang dengan HIV/AIDS. (Gemini AI/RADAR LAMONGAN)

LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Upaya skrining kesehatan di Kabupaten Lamongan terus diperketat. 

Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan mencatat, sebanyak 22 orang dengan HIV/AIDS (ODHA) baru ditemukan sepanjang Januari hingga Februari 2026.

Namun, temuan kasus yang terus meningkat ini justru dinilai positif sebagai langkah deteksi dini.

Baca Juga: Hendro Siswanto Termotivasi Bawa Persela Lamongan ke Peringkat Terbaik di Liga Championship

Kepala Dinkes Lamongan dr. Chaidir Annas melalui dr. Yani Khoirurakhmawati, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Lamongan menjelaskan, semakin banyak ditemukan ODHA baru lebih baik.

Sehingga, ODHA bisa segera melakukan terapi antiretroviral (ARV). Meski tidak bisa menyembuhkan, tapi bisa meningkatkan kualitas hidup ODHA.

Karena ARV dapat menekan jumlah virus dalam tubuh. Dari kasus yang ditemukan, lanjut dia, belum semua ODHA bersedia melakukan terapi ARV.

‘’Kita terus melakukan pendekatan dan dipastikan akan dirahasiakan (identitas ODHA, red),”  ujarnya.

Baca Juga: Permodalan BUMDes di Kabupaten Lamongan Dikucuri Rp 79 M

Yani menuturkan, untuk pemeriksaan HIV ini berlapis. Artinya, setelah tes pertama positif, harus diikuti tes lanjutan.

Karena ada tes lagi untuk mengetahui seberapa banyak virus (viral load), yang dilakukan enam bulan sekali di Surabaya.

Kemudian tes untuk mengetahui daya tahan tubuhnya. Sebab virus makin mudah menyebar bagi ODHA yang kondisi kesehatannya turun.

Menurut dia, untuk temuan ini banyak menyerang usia produktif 25-49 tahun dengan jenis kelamin laki-laki.

‘’Sebaiknya tetap menjaga diri, karena kasihan kalau sampai istri atau anaknya ikut tertular,” tuturnya.

Baca Juga: Nelayan di Kawasan Pantura Lamongan Melaut Lagi Usai Lebaran Ketupat ​

Tahun 2025 ditemukan 229 kasus baru, dengan jumlah meninggal kumulatif 572 kasus.

Yani mengaku, untuk skrining ini semakin massif, karena seluruh prosedur operasi harus ada pemeriksaan HIV. (rka/ind)

Editor : Indra Gunawan
#dinkes lamongan #HIV / AIDs #odha