LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Skrining tuberculosis (TB) terus berlanjut. Bulan ini, temuan kasus penyakit akibat mycobacterium tuberculosis itu sebanyak 556 yang positif dan 6 kasus meninggal.
Kepala Dinas Kesehatan Lamongan dr. Chaidir Annas menjelaskan, kasus TB ini terus bertambah setiap harinya.
Baca Juga: Pepes tanpa Ranjau, Obat Kangen Perantau
Namun, diakuinya, angka kesembuhan TB sangat tinggi jika penderita rutin melakukan pengobatan. Kemudian temuan kasus ini untuk memutus rantai penularannya.
‘’Kita temukan kasusnya, obati, dan tekan angka penularan,” terang Annas.
Dia mengatakan, memutus penularan TB bisa dilakukan dengan meningkatkan skrining dan pasif terhadap kelompok risiko, seperti kontak serumah, kontak erat perokok, penderita DM, dan ODHA. Diagnosa paling cepat menggunakan TCM rontgen.
Baca Juga: Tim Pelatih Persela Lamongan Fokus Benahi Finishing Jelang Jamu Persiba Balikpapan
Untuk kasus meninggal rerata bukan murni TB. Biasanya karena diagnosa TB akan memperburuk kondisinya, karena TB merupakan penyakit menular.
Biasanya menyerang paru-paru dan menyebar ke bagian tubuh lain seperti tulang, otak, dan ginjal. Annas menuturkan, untuk skrining TB ada tes khusus.
Dan sakit ini bisa diobati dengan rutin selama enam bulan paling cepat, dan satu tahun untuk kemudian dilakukan evaluasi menggunakan sampel dahak.
Baca Juga: Antisipasi Puncak Arus Balik Lebaran di Sejumlah Titik Ruas Jalan di Kabupaten Lamongan
Namun penderita TB memang disarankan rutin menjemur diri di pagi hari. Tahun lalu, jumlah kasus yang ditemukan sebanyak 3.564 dengan jumlah meninggal 94 kasus.
‘’Kita akan terus melakukan skrining untuk mendukung program eliminasi TB,” tuturnya. (rka/ind)
Editor : Indra Gunawan