Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Apa Itu Super Flu? Virus Mutasi H3N2 yang Mulai Merebak di Indonesia

Arya Nata Kesuma • Senin, 12 Januari 2026 | 19:39 WIB
Ilustrasi virus.
Ilustrasi virus.

radarlamongan.co – jawaposradarlamongan - Awal tahun 2026 diwarnai kekhawatiran baru di bidang kesehatan.

Publik dibuat waspada dengan munculnya isu penyakit yang dijuluki “Super Flu”.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah mengonfirmasi bahwa virus ini sudah terdeteksi di Indonesia.

Dari sisi demografi, mayoritas pasien adalah perempuan, yakni 64 persen.

Sementara kelompok usia yang paling banyak terdampak adalah anak-anak berusia 1–10 tahun, yang mencapai 35 persen.

Lantas, apa sebenarnya Super Flu ini, dan seberapa berbahaya jika dibandingkan dengan flu biasa? 

Bukan Virus Baru, Melainkan Hasil Mutasi

Perlu diluruskan, “Super Flu” bukanlah istilah medis resmi. Julukan ini muncul karena gejalanya dinilai lebih berat dan masa pemulihannya cenderung lebih lama.

Secara medis, penyakit ini disebabkan oleh Virus Influenza A subtipe H3N2 subclade K.

Virus tersebut merupakan turunan dari H3N2 yang telah dikenal sejak tahun 1968.

Para ahli menegaskan bahwa ini bukan virus baru, melainkan virus flu musiman yang mengalami mutasi genetik kecil.

Berdasarkan laporan WHO, sejak November 2025 varian ini telah mengalami setidaknya tujuh kali mutasi, yang membuatnya lebih cepat menular dan kini mendominasi kasus flu di belahan bumi utara.

Mengapa Dijuluki “Super Flu”?

Ada dua faktor utama yang membuat varian subclade K ini mendapat sebutan “Super”, yakni masa pemulihan lebih lama dan penderita umumnya mengalami sakit dalam durasi yang lebih panjang, disertai kelelahan ekstrem (fatigue).

Penyebaran Sangat Cepat. Varian ini telah mendominasi kasus flu di berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Singapura.

Meski demikian, tingkat keparahan penyakit tidak meningkat secara signifikan. Hal ini disampaikan oleh dr. Prima Yosephine, Plt. Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI.

“Gejala yang muncul umumnya masih serupa dengan flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan,” jelas dr. Prima.

Apakah Berpotensi Menjadi Pandemi?

Kabar baiknya, para ahli menilai kondisi ini belum mengarah pada pandemi baru. Prof. Tjandra Yoga Aditama dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menjelaskan bahwa pandemi biasanya disebabkan oleh virus yang benar-benar baru dan memiliki tingkat kematian tinggi.

“Super Flu ini ‘hanya’ akan menimbulkan gelombang flu yang lebih berat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Jadi tidak, atau setidaknya belum, mengarah ke pandemi,” ujar Prof. Tjandra.

Langkah Pencegahan yang Perlu Dilakukan

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada tanpa panik. Upaya pencegahan tetap mengacu pada Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), antara lain:

Rutin mencuci tangan dengan sabun

Istirahat yang cukup dan mengonsumsi makanan bergizi

Melakukan vaksinasi influenza tahunan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan ibu hamil

Segera periksakan diri ke dokter apabila mengalami demam tinggi yang tidak turun selama lebih dari tiga hari atau muncul gejala sesak napas. Penanganan medis sejak dini sangat penting untuk mencegah komplikasi. (*)

 

Editor : Arya Nata Kesuma
#makanan bergizi #virus #kementerian kesehatan #Super Flu #phbs #flu musiman