Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Setahun, 2.486 Warga Lamongan Terserang Pneumonia. Berikut Penyebab dan Penangannya

Rika Ratmawati • Rabu, 7 Januari 2026 | 18:10 WIB
Pasien Pneumonia di Lamongan capai angka ribuan orang.
Pasien Pneumonia di Lamongan capai angka ribuan orang.

LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Selama Tahun 2025, terdapat 2.486 kasus pneumonia di Kota Soto. Kepala Dinas Kesehatan Lamongan, dr. Chaidir Annas melalui Kabid P2P Dinkes Lamongan, dr. Yani Khoirurahmawati menjelaskan, pneumonia mirip dengan ISPA karena sama-sama menyerang pernapasan. 

Bedanya, ISPA gejalanya lebih ringan seperti batuk biasa. Sedangkan pneumonia batuk berat disertai demam dan sesak nafas. Menurut dia, faktor utama debu, daya tahan tubuh, dan cuaca. Karena pneumonia ini dibutuhkan udara yang bersih dan imun tubuh yang baik. 

Pneumonia ini disebabkan infeksi virus, bakteri dan jamur. Sehingga harus dilakukan penanganan sesuai kondisinya. ‘’Kasus pneumonia ini banyak menyerang balita,” ujarnya. 

Menurut dia, kasus pneumonia ini bisa sembuh sempurna dengan pengobatan sesuai dengan kondisi keparahan pasien. Namun untuk masyarakat bisa melakukan beberapa upaya pencegahan, yakni dengan menghindari asap, termasuk asap rokok. 

Selain itu, bila batuk atau flu memakai masker, makan cukup, istirahat cukup, dan olahraga cukup. Karena untuk pengobatan akan disesuaikan dengan kondisi pasien. Biasanya untuk balita ada vaksin guna menambah kekebalan tubuh. 

Namun untuk dewasa biasanya ada penyakit penyerta, sehingga harus dilakukan pengobatan sesuai dengan kondisinya. Biasanya hanya oksigen sudah membaik, tapai ada yang memerlukan tambahan antibiotik dan obat simtomatik. Kemudian sebagian sampai masuk ICU karena butuh bantuan napas. 

Yani berharap masyarakat bisa membiasakan perilaku hidup bersih. Serta melakukan pemeriksaan apabila ditemukan gejala yang menyerupai ISPA maupun pneumonia, agar dilakukan penanganan sesuai kondisi pasien. 

Karena pneumonia yang disebabkan bakteri maupun virus lebih mudah menular melalui percikan, dibandingkan yang disebabkan jamur. Sehingga harus dilakukan pencegahan. 

‘’Harapannya tahun ini jumlah kasusnya menurun dan masyarakat lebih produktif,” terangnya. (rka/ind)

Editor : Anjar D. Pradipta
#pneumonia #lamongan #ispa