Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Sembilan Warga Meninggal, Lamongan Perketat Pengawasan Kasus HIV/AIDS

Rika Ratmawati • Selasa, 9 Desember 2025 | 03:28 WIB
Selama satu tahun terdeteksi sebanyak 219 orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kota Soto.
Selama satu tahun terdeteksi sebanyak 219 orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kota Soto.

LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Selama satu tahun terdeteksi sebanyak 219 orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kota Soto. Tahun ini, jumlah kasus meninggal sekitar sembilan orang karena sakit parah.

Kabid Pencegahan, Perlindungan, Penyakit Menular Dinas Kesehatan Lamongan, dr. Yany Khoirurakhmawati mengakui, semakin banyak ditemukan kasus akan lebih baik. Sehingga, ODHA baru bisa melakukan terapi antiretroviral (ARV).

Meski tidak menyembuhkan, tapi bisa meningkatkan kualitas hidup ODHA. Sebab dengan rutin mengonsumsi ARV, maka persebaran jumlah virus di dalam tubuh bisa ditekan.

Karena jika dibiarkan, virus ini akan menyebar ke seluruh organ tubuh, yang bisa menyebabkan sejumlah infeksi oportunistik hingga mempercepat memasuki fase AIDS.

Saat ini, jumlah ODHA yang mengikuti terapi ARV sebanyak 1.779 orang. Sedangkan angka kematian kumulatif 572 kasus.

Menurut dia, skrining terus dilakukan. Pihaknya mengapresiasi kesadaran masyarakat yang bersedia periksa lebih dini, untuk melakukan pencegahan maupun pengobatan.

“Untuk kesadaran periksa cukup baik, semoga terus meningkat agar masalah ini bisa ditangani,” ucapnya.

dr. Yany menyebut jika kasus ODHA baru ditemukan merata semua usia. Karena itu, dia mengimbau kepada penderita agar tidak melakukan aktivitas berisiko, yang bisa berpotensi menularkan virus ke orang lain.

Seperti diketahui, penularan HIV ini bisa melalui hubungan seksual, jarum suntik, hingga air susu. Karena itu, seluruh ibu hamil harapannya bisa mengikuti pemeriksaan HIV, guna memastikan kondisinya dan bayi yang akan dilahirkan nanti sehat.

dr. Yany berharap, untuk pasien yang mengikuti pengobatan agar terus mengikuti sesuai arahan dokter. Jika ada penyakit lain sebaiknya dikonsultasikan untuk mengurangi tingkat keparahan sakit.

Selain itu, dia meminta masyarakat untuk terus menjaga kesehatan, serta mengurangi aktivitas yang berisiko pada penyakit menular. “Jaga kesehatan dan segera periksa jika ada masalah kesehatan,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dalam seminar peringatan Hari AIDS Sedunia 2025, di Hotel Grand Mahkota Lamongan, Sabtu (6/12), menyampaikan bahwa dari total 1.779 penyintas HIV/AIDS di Lamongan, sebanyak 69 persen adalah dari kelompok usia 20–49 tahun.

Oleh karena itu, Pak Yes mendorong mengajak seluruh masyarakat untuk turut peduli dalam upaya pencegahan dan penanggulangan sebagai tanggung jawab moral dan sosial.

"Mari kita hapus stigma terhadap ODHA, sehingga bisa hidup bersama seiring dalam aktivitas sehari-hari," jelasnya. (rka/ind)

Editor : Anjar D. Pradipta
#orang dengan hiv/ aids #HIV / AIDs #lamongan #odha