radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Ada sejumlah temuan setelah sebagian warga Lamongan memanfaatkan pemeriksaan cek kesehatan gratis (CKG).
Salah satunya, masalah kegemukan dan obesitas yang dialami kelompok umur 18 tahun ke atas.
Dari 203 ribu peserta CKG yang berusia 18 tahun ke atas, 18.130 warga diantaranya masuk kategori gemuk.
Jika dipersentase, maka angkanya 8,92 persen.
Dari 18.130 warga yang gemuk itu, 14.606 termasuk kategori obesitas.
Jika dipersentase dari 203 ribu peserta CKG itu, maka nilainya 7,19 persen.
Wadir Pelayanan dan Penunjang RSUD dr Soegiri Lamongan, dr Abdur Rohman, SpPD, FINASIM, MEK menjelaskan ada sejumlah penyebab obesitas.
Intinya, asupan kalori yang berlebih, sementara pembakarannya berkurang.
Sumber kalori bisa dari makanan atau minuman yang manis.
Kriteria obesitas biasanya didasarkan pada Indeks Massa Tubuh (IMT) 30 atau lebih dan juga lingkar perut yang melebihi batas tertentu, pria 90 sentimeter (cm) dan perempuan 80 cm.
Seseorang yang dibilang gemuk, IMT antara 23-24, 9.
Pada kategori overweight, penumpukan lemak belum mencapai tingkat yang membahayakan seperti obesitas.
Menurut dia, untuk mencegah obesitas, dilakukan dengan cara menerapkan pola makan yang sehat dan aktif olahraga atau bergerak minimal 30 menit setiap hari.
Dia menjelaskan, obesitas dapat memicu sejumlah penyakit, termasuk masalah pernapasan seperti sleep apnea, masalah sendi osteoarthritis, dan kesehatan mental.
"Intinya kita harus menjaga pola makan, aktif gerak dan biasakan hidup sehat," jelasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Lamongan, dr Chaidir Annas, menjelaskan, respon masyarakat terhadap CKG cukup bagus.
Kesadaran warga untuk memeriksakan kondisi kesehatannya tinggi. Masyarakat bisa mengontrol atau melakukan pencegahan dini terhadap risiko dari hasil pemeriksaan yang diterimanya.
Menurut dia, data diolah pusat yang berdasarkan standar Kementerian Kesehatan.
Semua yang sudah periksa lewat CKG, akan mendapatkan pesan dari Kemenkes terkait hasil pemeriksaan.
"Adanya CKG ini sebagai upaya pencegahan sebelum adanya penyakit-penyakit. Jadi, hasil pemeriksaan bisa dijadikan tindak lanjut penanganan," jelasnya.
Annas mengatakan, data terus bergerak dan ada delay antara puskesmas ke dinas. Juga, dinas ke provinsi, dan provinsi ke pusat.
Data sementara yang rilis sejak Februari, ada 7 persen yang masuk obesitas dan 2 persen dinyatakan kurang atau belum memenuhi berat ideal sesuai dengan usianya.
Dia mencontohkan Kecamatan Lamongan. Dari 11 ribu peserta yang diperiksa, 1763 atau 15 persen masuk gemuk.
Serta 1.565 atau 13 persen obesitas. Gemuk dan obesitas ini bisa dikenali dengan mendeteksi lingkar perut.
Sesuai standar Kemenkes, lingkar perut normal pria 90 cm dan perempuan 80 cm. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma