radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Nutrisionis Pelaksana di RSUD dr Soegiri Lamongan, Kholifatul Yuli Irawayantiningsih, mengatakan, nasi bungkus idealnya dikonsumsi 4 - 5 jam setelah dibungkus.
Tapi harus tetap memastikan bahwa makanan tersebut tidak basi dan masih layak dikonsumsi.
Ada beberapa tanda yang mudah dikenali untuk mengetahui makanan tersebut basi atau tidak.
Di antaranya, bau tidak sedap.
Bau ini muncul karena adanya proses oksidasi yang membuat struktur makanan berubah.
Munculnya lendir yang disebabkan karena adanya pertumbuhan mikroba, biasanya terdapat pada makanan yang bersantan.
Kemudian, makanan berubah warna dan berair.
Biasanya ditemukan pada menu buah dan sayur.
Warnanya menjadi lebih gelap, berair, dan tekstur lebih lembek.
Beberapa tips yang bisa dilakukan agar nasi bungkus tidak cepat basi.
Misalnya, memilih menu yang tidak berbumbu basah dan bersantan.
Proses persiapan dan pengolahan harus memperhatikan kebersihan dan keamanan pangan.
Pilih bahan makanan yang masih segar.
Jangan langsung membungkus ketika nasi masih panas, jangan mencampur nasi dengan sayur atau lauk berbumbu, dan perhatikan jeda antara waktu pengemasan dan pengiriman.
Agar nasi bungkus bisa memenuhi kebutuhan gizi, sebaiknya harus mengandung gizi seimbang.
Misalnya karbohidratnya, protein, sayur dalam jumlah yang seimbang.
Selain itu, mengkonsumsi nasi bungkus dalam waktu yang sering juga tidak masalah.
Selama nasi bungkus tersebut mengandung gizi seimbang dan perhatikan masa penyimpanannya. (rka)
Editor : Arya Nata Kesuma