radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Awal Ramadan, anak cukup rajin ikut sahur dan puasa penuh.
Beberapa hari terakhir, mungkin ada orang tua yang menjumpai anaknya malas sahur.
Dr Nelly Pramita Septiani Sp.A M.Biomed, dokter Anak RSUD Ngimbang, mengatakan, anak harus disarankan tetap sahur.
Sebab, cadangan gula darah dalam makanan bertahan hanya 4 jam.
Puasa yang berkepanjangan, apalagi lebih dari 16 jam, akan membuat tubuh memecah lemak dan protein untuk tetap mempertahankan kadar gula dalam darah masing – masing.
Pada anak, memang sering terdapat kecenderungan untuk sulit bangun sahur.
Kesulitan ini harusnya semakin menghilang, apabila anak dijadwalkan bangun sesuai jadwal.
Jangan sampai dibiarkan, karena tubuh akan lemas.
Nutrisi dalam tubuh tidak ada karena saat sahur tak makan.
Untuk sahur anak, tetap diperhatikan mulai dari protein, sayur, dan buah.
Orang tua bisa memberikan edukasi secara terus menerus manfaat sahur, selain manfaat berkah dari agama.
Dari segi kesehatan, juga mencegah anak tidak lemas dan bisa beraktivitas dengan baik.
Namun, apabila anak tetap menolak untuk sahur, tetap dilihat ketahanan anak pada saat siang hari.
Jangan dipaksa. Apabila di siang hari lemas, maka dapat disarankan untuk buka.
Mulai belajar puasa bertahap terlebih dahulu. (mal)
Editor : Arya Nata Kesuma