Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Keringat Berlebih saat Berpuasa, Bisa Jadi Tanda Hipoglikemia

Rika Ratmawati • Rabu, 19 Maret 2025 | 02:53 WIB
WASPADAI KERINGAT BERLEBIH: Kabid Kesmas Dinkes Lamongan, dr Indra Tsani. (IST/RDR.LMG)
WASPADAI KERINGAT BERLEBIH: Kabid Kesmas Dinkes Lamongan, dr Indra Tsani. (IST/RDR.LMG)

radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Selama berpuasa, sebagian orang akan mengurangi aktivitas fisik untuk menghindari lemas di siang hari.

Meski kondisi tersebut tidak bisa dihindari, karena tubuh lemas biasanya di alami fase awal atau di minggu pertama puasa.

Kabid Kesmas Dinkes Lamongan, dr Indra Tsani, mengatakan, kondisi tersebut bisa terjadi karena proses adaptasi dari penurunan kadar gula darah di tubuh yang membuat orang menjadi lemas dan tidak berenergi.

Meski tidak berbahaya, tubuh lemas juga bisa pertanda dehidrasi.

Selain lemas, biasanya sejumlah orang akan merasa berkeringat lebih.

Keringat berlebih saat puasa bisa menjadi tanda hipoglikemia.

Kondisi ini terjadi karena hipoglikemia memicu peningkatan produksi adrenalin, yang merangsang kelenjar keringat lebih aktif menghasilkan keringat.

Hipoglikemia adalah kondisi dimana kadar gula darah (glukosa) turun di bawah batas normal.

Biasanya terjadi bagi penderita diabetes.

Namun, bisa juga dialami oleh orang biasa tanpa diabetes, dan menyebabkan gejala pusing hingga kehilangan kesadaran.

Agar tubuh tidak lemas saat berpuasa dan bisa beraktivitas seperti biasa, perlu diperhatikan pola tidur.

Hindari begadang. Pola makan bergizi seimbang, cukupi kebutuhan cairan delapan gelas sehari.

Olahraga rutin minimal 30 menit setiap hari.

Ketika sahur, sebaiknya pilih makanan sehat dan mudah dicerna.

Konsumsi makanan tinggi protein dan vitamin, dalam kandungan susu, telur, ikan, keju, buah, sayur.

Juga, makanan yang mengandung karbohidrat komplek sehingga bisa menyimpan banyak energi cadangan dalam tubuh.

Selain itu, biasakan mengkonsumsi kurma untuk mengurangi makanan berlemak seperti gorengan.

Aktivitas fisik selama puasa tetap dibutuhkan, namun harus dibatasi karena kondisi setiap orang berbeda.

Untuk olahraga bisa dilakukan sebelum atau sesudah berbuka puasa. (rka)

Editor : Arya Nata Kesuma
#aktivitas fisik #kadar gula #hipoglikemia #olahraga rutin #penderita diabetes #kabupaten lamongan #keringat berlebih