Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Penderita Penyakit Jantung Berpuasa, Berbahayakah?

M. Gamal Ayatollah • Kamis, 13 Maret 2025 | 23:33 WIB

 

DOKTER SPESIALIS: dr Aditya R. Syafei Sp.PD, dokter spesialis jantung RS Citra Medika. (IST/RDR.LMG)
DOKTER SPESIALIS: dr Aditya R. Syafei Sp.PD, dokter spesialis jantung RS Citra Medika. (IST/RDR.LMG)

radarlamongan.co - jawapos.com - Banyak orang yang sedang sakit, tetap ingin berpuasa pada Ramadan.

Termasuk, mereka dengan kondisi yang dideritanya tergolong kronis.

Salah satunya, para pengidap penyakit jantung.

Jika tetap ingin berpuasa, maka ada yang perlu diperhatikan sebelum menjalankan ibadah puasa.

Salah satunya, berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Pasien dengan penyakit jantung yang stabil terkontrol dengan obat - obatan rutin dan mereka yang tidak sedang mengalami penyakit jantung akut, maka relatif diperbolehkan berpuasa.

Namun pada pasien penyakit jantung yang baru saja mengalami periode akut, maka boleh tidaknya berpuasa perlu dikonsultasikan dulu dengan dokter spesialis.

Apakah pasien tersebut, masuk kategori risiko komplikasi rendah, sedang atau tinggi, ketika berpuasa.

Sehinga mengetahui betul kondisinya sebelum melakukan puasa.

Jadi ada batasan – batasan yang perlu dipahami.

Bagi yang sudah minum obat jantung, juga harus diperhatikan jam minumnya.

Apalagi, yang disertai obat hipertensi, yang dosisnya diberikan sehari 3x.

Jika memang tensi terkontrol, dengan dosis 3x sehari, maka saat bulan puasa bisa dikonsumsi setelah buka, tengah malam, dan setelah sahur.

Jika sulit bangun untuk tengah malam, maka dosis cukup 2x dengan pengawasan atau kontrol tensi pasien tersebut.

Sehinga semua obat yang biasa diminum pagi hari, bisa digeser ke sesudah sahur.

Sedangkan yang malam, sesudah buka atau sebelum tidur.

Sedangkan untuk  aturan menu buka puasa, untuk penderita jantung relatif sama.

Yaitu, rendah lemak jenuh, perbanyak karbohidrat tinggi serat, perbanyak buah, sayur, dan biji - bijian.

Serta pastikan kebutuhan cairan harian tercukupi selama berpuasa.

Sehingga untuk menjalani puasa sendiri lebih aman setelah konsultasi terlebih dahulu, tak ada masalah dengan penyakitnya itu. (mal)

Editor : Arya Nata Kesuma
#berpuasa #karbohidrat tinggi #Obat obatan #rs citra medika #kabupaten lamongan #dokter spesialis #penyakit jantung