radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Meski tidak semua menyadari, sejumlah orang mengalami perubahan kulit selama menjalankan ibadah puasa.
Kondisi kulit kering ketika berpuasa tidak hanya dialami perempuan. Juga kaum laki - laki.
Dokter Kulit Kelamin RSUD dr Soegiri Lamongan, dr Yuli Wahyu Rahmawati, Sp.DVE,M.Ked.Klin, mengatakan, penyebab kulit kering itu beragam.
Salah satunya dehidrasi. Karena saat berpuasa, tubuh tidak menerima cairan selama beberapa jam.
Akibatnya, kulit kering dan kusam.
Penurunan produksi minyak (sebum) karena tubuh berpuasa dan produksi sebum (minyak alami kulit) berkurang membuat kulit lebih sensitif, terutama wajah.
Selain itu, perubahan pola makan juga dapat memengaruhi perubahan kulit.
Selama berpuasa, pola makan sering berubah.
Banyak mengonsumsi makanan dengan kandungan minyak berlebih.
Akibatnya, akan mempengaruhi keseimbangan hormone dan kesehatan kulit.
Kualitas tidur yang berubah, juga mempengaruhi regenerasi kulit.
Karena kulit memerlukan waktu tidur yang cukup untuk memperbaiki sel - sel.
Bila kurang, maka bisa menyebabkan lelah dan kulit kusam.
Untuk menurunkan risiko kulit kering, sebaiknya cukupi kebutuhan cairan.
Yakni dengan minum air putih yang cukup, tambahkan cairan dari makanan.
Kemudian, pilih makanan yang menyokong kulit.
Yakni, dengan konsumsi makanan kaya omega-3, makanan kaya vitamin C dan E.
Hindari makanan yang terlalu manis dan berlemak.
Selain itu, gunakan pelembab yang tepat.
Utamanya yang berbahan alami seperti lidah buaya, shea butter, atau pelembab yang sesuai dengan jenis kulit.
Kalau kulit kering, pilih pelembab kaya minyak atau krim yang lebih tebal.
Untuk kulit sensitif, sebaiknya pelembab yang bebas parfum dan alkohol.
Hindari mandi dengan air panas karena menyebabkan kulit semakin kering.
Perawatan kulit yang lembut, hindari produk keras, gunakan masker wajah, dan tidur yang cukup.
Kondisi kulit kering juga bisa dihindari dengan memperbanyak konsumsi sayuran berwarna gelap.
Mengonsumsi buah yang mengandung vitamin C, makanan atau minuman mengandung vitamin E, yogurt, makanan kaya kolagen, dan teh hijau. (rka)
Editor : Arya Nata Kesuma