LAMONGAN, Radarlamongan.co - Berpuasa menurut sebagian ahli bisa menurunkan risiko penyakit. Meski terjadi perubahan pola makan dan istirahat, tapi sebagian orang justru merasa tubuh mereka lebih sehat.
Tapi tidak sedikit dari mereka yang bingung dengan kondisi tubuhnya, ketika harus minum obat rutin akibat penyakit yang diderita. Misalnya pasien hipertensi atau jantung yang harus minum obat secara rutin.
Ini tips dari Dokter Spesialis Jantung di RSUD dr. Soegiri Lamongan, dr. Irma Kartikasari, Sp.JP pada penderita hipertensi yang ingin berpuasa. Selama berpuasa, pasien hipertensi harus tetap rutin mengkonsumsi obat dari dokter.
Aturan minum obat darah tinggi pada umumnya satu kali, dua kali, dan tiga kali. Kalau satu kali bisa ketika waktu sahur, dua kali diminum saat sahur dan berbuka, sedangkan tiga kali diminum saat sahur, berbuka, dan malam hari sebelum tidur.
Pasien bisa mengkomunikasikan lebih dulu dengan dokter, obat mana yang harus rutin, dan obat mana yang diminum bila perlu. Seperti, obat nyeri dada atau obat nyeri umum, biasanya diminum ketika ada keluhan saja.
Jika aturan minum tidak tepat, misal dikurangi dari dosis terapi, seringkali obat tidak dapat bekerja optimal. Sehingga tekanan darah tidak terkontrol. Akibatnya bisa mengarah ke komplikasi dari hipertensi tersebut bisa risiko stroke, gagal jantung, dan lainnya.
Makanan yang disarankan adalah makanan asli real food, seperti sayur, ikan, buah, daging dalam jumlah terbatas. Kemudian hindari makanan olahan dan berpengawet. Batasi penggunaan garam, yang disarankan minimal satu sendok teh garam dapur setiap harinya.
Agar tekanan darah tetap stabil, biasakan pola hidup sehat. Yakni dengan menjaga pola makan, menghindari paparan asap rokok, dan olahraga teratur.
Jika sudah terkena hipertensi dan diberi resep dokter, obat harus diminum secara rutin sesuai anjuran, dan lakukan pengecekan berkala. (rka/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta