radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Dokter Umum RSUD Ngimbang, dr Reni Rifanti, mengatakan, saat berpuasa, terpenting bagi penderita diabet adalah menjaga kadar gula dalam darah.
Caranya, tetap menerapkan pola hidup sehat, konsumsi obat sesuai anjuran dokter, dan kelola stresor, yakni situasi atau kejadian yang dapat menyebabkan stres.
Sebab, stres yang berkepanjangan juga bisa berdampak pada meningkatnya kadar gula darah.
Hormon kortisol yang dihasilkan tubuh saat stres dapat memengaruhi kinerja insulin.
Karena itu, disarankan untuk mengelola stres dengan baik supaya kadar gula darah tetap terkendali.
Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan berbagai kegiatan yang disenangi.
Misalnya membaca buku, melukis, menonton film, atau mendengarkan musik, tergantung hobinya masing – masing.
Untuk mengurangi stres, berbagai teknik relasasi juga bisa dilakukan.
Serta, mencukupi waktu istirahat tidur, 7 – 9 jam setiap harinya.
Ketika berpuasa, saat sahur dan berbuka, hendaknya porsi makan tidak berlebihan.
Sehingga tidak lapar mata.
Menunya, utamakan yang tinggi serat seperti sayur dan biji - bijian utuh.
Selain itu, buah yang aman untuk diabet seperti pisang, pepaya, apel, dan pir.
Penderita diabet harus mengurangi karbo dan makanan manis.
Bisa makan manis dengan pengganti gula yang sesuai dengan penderita diabet.
Juga perlu mengurangi camilan gorengan.
Jika makan saat buka dan sahur dengan konsumsi yang tinggi gula, maka jelas akan mempengaruhi kadar gula dalam darah.
Hati – hati lonjakan kadar gula meningkat tajam apabila tidak diimbagi dengan olahraga dan obat diabetnya.
Kebutuhan air bagi penderita diabet saat puasa atau tidak puasa, sama.
Yakni, setara dengan 8 gelas air per hari.
Tidak kurang dan tidak berlebihan agar terhindar dari dehidrasi.
Jika dehidrasi, maka bisa mempengaruhi kadar gula.
Olahraga menjadi bagian penting dalam mengendalikan gula darah.
Saat berolahraga, hormon insulin akan membawa gula darah ke dalam otot digunakan sebagai sumber energi untuk bergerak.
Alhasil, kadar gula darah pun akan turun. (mal)
Editor : Arya Nata Kesuma