radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Selama berpuasa, pola makan seseorang akan berubah.
Akibatnya sebagian akan mengkonsumsi makanan dalam jumlah banyak ketika berbuka atau sahur.
Padahal, tidak semua tubuh bisa menerima.
Sebaiknya, membiasakan untuk makan dan minum secukupnya.
Serta, tetap melakukan olahraga ringan.
Saat berpuasa, beberapa orang akan merasa kondisi tubuhnya kurang mendukung.
Bahkan sebagian juga merasa mual.
Kondisi ini tidak wajar. Biasanya terjadi pada orang yang menderita gastritis atau maag.
Gastritis adalah asam lambung tinggi.
Yakni, lambung mengalami peradangan karena sering mengonsumsi makanan yang membuat lambung meradang.
Misalnya makanan pedas, beralkohol, dan lainnya.
Untuk menghindari mual, maka harus melakukan pengkondisian lambung ketika makan.
Misalnya, pertama dengan minum air hangat dengan gula aren.
Beri jeda waktu. Setelah itu, boleh makan dengan nasi dan lauk tidak pedas.
Jika mual parah, maka sebaiknya mengonsumsi makanan dengan tekstur cair seperti bubur dan memperbanyak minum.
Untuk obat-obatan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.
Bagi penderita gastritis, biasanya akan diberikan obat dengan dosis tertentu untuk mengurangi mual selama menjalankan ibadah puasa.
Selama berpuasa, tubuh harus beradaptasi dengan perubahan pola makan, pola tidur, dan pola beraktivitas sehari-hari.
Karena itu, sebaiknya tidak melewatkan makan sahur.
Kemudian, konsumsi air dalam jumlah yang cukup dan buka puasa dengan makanan bernutrisi.
Selain itu, memperhatikan kandungan makanan agar terpenuhi gizi yang seimbang. (rka)
Editor : Arya Nata Kesuma