Pabrik Kayu di Lamongan Kembali Terbakar, Begini Kondisinya

M. Gamal Ayatollah • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 11:06 WIB
PEMBASAHAN: Petugas PMK menata selang untuk melakukan pemadaman di pabrik PT Yale Wood Pellet di jalan raya Lamongan—Mantup, Desa Pelang, Kecamatan Kembangbahu, yang kembali terbakar kemarin (5/10). (Istimewa/Radar Lamongan)
PEMBASAHAN: Petugas PMK menata selang untuk melakukan pemadaman di pabrik PT Yale Wood Pellet di jalan raya Lamongan—Mantup, Desa Pelang, Kecamatan Kembangbahu, yang kembali terbakar kemarin (5/10). (Istimewa/Radar Lamongan)

radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - KEMBANGBAHU, Kebakaran kembali terjadi di pabrik PT Yale Wood Pellet di jalan raya Lamongan—Mantup, Desa Pelang, Kecamatan Kembangbahu, kemarin (5/10).

Kapolsek Kembangbahu, Iptu Sono, menjelaskan, titik kebakaran berdekatan dengan gudang yang terbakar beberapa hari lalu (25/9). 

Namun, kejadian kali ini tidak separah dibandingkan sebelumnya. Api berhasil dipadamkan sebelum kobarannya meluas ke gudang lainnya.

Baca Juga: Gudang Tembakau yang Terbakar di Kecamatan Ngimbang Ditaksir Rugi Rp 250 Juta  

Sono menjelaskan, pemadaman dilakukan petugas dan buruh pabrik yang ada di lokasi.

Menurut dia, gudang yang terbakar beda dengan sebelumnya. Namun, masih satu kompleks.

"Sebelumnya yang terbakar sebanyak tujuh gudang. Ini gudang ke-8, sebelah gudang yang dulunya terbakar. Namun kini sudah dipadamkan oleh petugas serta anggota di lokasi," jelasnya.

Baca Juga: Hingga Kemarin Petugas Kesulitan Memadamkan Api di Pabrik Kayu Desa Pelang Kecamatan Kembangbahu

Kapolsek belum mendata kerugian dari perusahaan kayu tersebut. Dia juga belum berani menduga faktor penyebabnya.

"Namun yang terbakar, tentunya sama seperti dulu, serbuk kayu yang siap digunakan bahan," imbuhnya. 

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Lamongan, M Rayin, mengatakan, kepulan asap hitam terlihat di sisi selatan, sama seperti tempat kebakaran kali pertama. "Kebakaran di pabrik KM 16 kini sudah padam," ucapnya. 

"Apakah api tersebut dari sisi dulu, hingga sekarang terbakar lagi atau yang lainnya, belum bisa menjelaskan dengan detail," lanjutnya. 

Dia menuturkan, tiga unit mobil PMK dari Lamongan dan Ngimbang diturunkan ke lokasi dan berhasil melakukan pemadaman.   

Saat kejadian kali pertama, (25/9) puluhan armada dikerahkan untuk menjinakkan api. Selain tiga unit mobil pemadam kebakaran (damkar) Lamongan, bantuan juga datang dari sejumlah wilayah dan instansi.

Diantaranya dua unit damkar Ngimbang, satu damkar Babat, satu damkar Bojonegoro, dua damkar Tuban, masing-masing satu damkar Kota Mojokerto dan Kabupaten Mojokerto, serta satu unit damkar Kodim 1812 dan satu damkar Batalyon Ngimbang.

Proses pemadaman juga dibantu tiga mobil tangki BPBD, dua mobil tangki DLH, serta mobil tangki dari PUPR dan PDAM. Armada dari Integra Grup dan BMI juga turut diterjunkan.

Selain itu, lima mobil tangki milik masyarakat dan satu unit eskavator digunakan untuk mendukung proses pemadaman. Kerugian akibat kejadian waktu itu ditaksir mencapai Rp 10 miliar. Sebab, kebakaran tersebut mengakibatkan kerusakan pada tujuh bangunan pabrik. Selain itu, satu unit dozer dan satu unit dump truck juga mengalami kerusakan. (mal/yan)

Editor : Arya Nata Kesuma
pabrik kayu Kecamatan Kembangbahu kebakaran pemadam kebakaran (damkar)