LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Proyek strategis daerah jalur lingkar selatan (JLS) Babat terus menunjukkan progres.
Infrastruktur yang diproyeksikan menjadi solusi kemacetan di pusat Kecamatan Babat tersebut kini masuk dalam tahap percepatan pembangunan, sekaligus penuntasan pembebasan lahan.
Baca Juga: Hadapi El Nino, Kementan - Pemkab Lamongan Siapkan Ratusan Pompanisasi
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan, pembangunan JLS Babat ini terus berprogres.
Harapannya pembangunan proyek strategis daerah ini berjalan sesuai rencana dan bisa mendukung kemudahan akses masyarakat.
Infrastruktur ini bertujuan untuk mendorong konektivitas wilayah dan pertumbuhan kawasan.
“Pembangunan JLS ini penting untuk mengurai kepadatan lalu lintas di sekitar Pasar Babat dan mendukung pengembangan wilayah,” ujar Bupati Yes.
Bupati Yes menuturkan, adanya JLS ini diharapkan mampu mengalihkan arus kendaraan besar agar tidak masuk ke pusat keramaian, yang bertujuan agar pusat ekonomi masyarakat bisa berjalan lancar.
Secara teknis, JLS dirancang melewati wilayah Plaosan, Sogo, Gedongkulon, Pucakwangi, hingga Karangkembang yang nantinya akan terhubung dengan akses ke Bojonegoro.
Diharapkan kedepan bisa menjadi penghubung alternatif baru untuk membuka potensi ekonomi baru dari kedua wilayah.
Saat ini, pembangunan infrastruktur terus dipercepat sambil menyelesaikan proses pembebasan lahan.
“Kita upayakan segera agar pembangunan infrastruktur ini bisa dirasakan manfaatnya meski pelaksanaannya bertahap, karena ada pembebasan lahan yang kurang,” tutur Bupati Yes.
Kepala Dinas PU Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang Kabupaten Lamongan Andhy Kurniawan menjelaskan, untuk pembangunan JLS terus berproses.
Sejak tahun lalu sudah dilakukan perbaikan peningkatan dan pelebaran jalan di wilayah Plaosan termasuk memperbaiki jembatannya. Kemudian tahun ini kembali dilanjut.
Untuk akses jalan kabupaten di jalur tersebut sudah tuntas. Dia memastikan, tahun ini ada perbaikan sepanjang 1,1 kilometer di jalur yang terkoneksi hingga ke wilayah Karangkembang tersebut.
Rencananya dari JLS ini akan terhubung dengan akses infrastruktur dari wilayah Bojonegoro, tepatnya arah ke PLN Baureno.
Untuk itu perlu ada tambahan pembebasan, agar proyek ini bisa berjalan sesuai rencana.
Menurutnya, proses pengerjaan akan dituntaskan tahun ini. Sisanya akan dilanjut tahun berikutnya, termasuk masalah pembebasan lahan karena ada ganti untung.
“Tahun depan semoga bisa tuntas untuk pembebasan, jadi bisa kita lanjutkan sisa JLS ini,”jelasnya.
Baca Juga: Vivo Seri T5 Siap Menawarkan Performa Gaming dengan Baterai 6500 mAh dan Pengisian Cepat 90 Watt
Camat Babat Noman menambahkan, untuk wilayah yang tersisa dan akan dilakukan pembebasan berdasarkan peta merupakan kawasan tegalan. Dan adanya proyek strategis daerah ini tentunya disambut baik oleh masyarakat.
''Karena membuka akses jalan raya, sehingga diharapkan ekonomi juga tumbuh karena mereka bisa mendirikan perekonomian baru,'' ucapnya. (rka/ind)
Editor : Indra Gunawan