Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Dua Hari Pencarian, Bocah Tenggelam di Bengawan Solo Lamongan Akhirnya Ditemukan

Anjar Dwi Pradipta • Rabu, 4 Februari 2026 | 21:19 WIB
Petugas gabungan melakukan pencarian bocah berusia 13 tahun yang tenggelam di sungai Bemgawan Solo, Desa Kendal, Kecamatan Sekaran, Rabu (4/2).
Petugas gabungan melakukan pencarian bocah berusia 13 tahun yang tenggelam di sungai Bemgawan Solo, Desa Kendal, Kecamatan Sekaran, Rabu (4/2).

LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO — Seorang bocah laki-laki berinisial MN (13) dilaporkan tenggelam di aliran Sungai Bengawan Solo, tepatnya di kawasan Babakan Taman Mahoni, Desa Kendal, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (3/2) sore, saat korban mandi dan berenang di sungai. Diduga kelelahan, MN sempat berteriak meminta pertolongan sebelum akhirnya tenggelam.

“Teriakan korban pertama kali didengar oleh seorang penjual es yang berada di sekitar lokasi,” ujar Kasi Humas Polres Lamongan Ipda M. Hamzaid kepada wartawan, Rabu (4/2).

Mendapat laporan kejadian tersebut, petugas bersama warga langsung melakukan upaya pencarian. Namun, pencarian hari pertama terkendala cuaca buruk dan kondisi arus sungai yang cukup deras, sehingga dilanjutkan keesokan harinya.

Pada hari kedua pencarian, Kapolsek Sekaran IPTU Ahmad Zunaedi, bersama Kasat Polair AKP Guntur memimpin apel pencarian yang melibatkan unsur Polri, Basarnas, BPBD, Satpolairud, serta masyarakat setempat.

Dalam operasi tersebut, dikerahkan tiga unit perahu karet masing-masing dari Basarnas Bojonegoro, BPBD Kabupaten Lamongan, dan Satpolairud Polres Lamongan.

Korban akhirnya ditemukan di sekitar pintu air Babat Barrage pada Rabu (4/2) sekitar pukul 17.20 WIB. “Jenazah korban ditemukan di sekitar Pintu Air Babat Barage, dengan jarak kurang lebih 300 meter dari lokasi awal korban dilaporkan hilang,” imbuh Hamzaid.

Menanggapi peristiwa tersebut, pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih waspada serta meningkatkan pengawasan terhadap sanak keluarga, khususnya anak-anak, terlebih di tengah kondisi cuaca ekstrem yang kerap melanda wilayah Lamongan dalam beberapa hari terakhir.

“Para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di sekitar sungai atau perairan terbuka, terlebih pada kondisi cuaca yang kurang bersahabat,” tegasnya.

Setelah proses evakuasi selesai, jenazah MN diserahkan kepada pihak keluarga untuk selanjutnya dilakukan prosesi pemakaman. (jar)

Editor : Anjar D. Pradipta
#Kecamatan Sekaran #bengawan solo #lamongan #tenggelam #polres lamongan