LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Luapan aliran Sungai Bengawan Jero kembali membawa dampak bagi warga Lamongan. Selain mengakibatkan sejumlah rumah warga dan sekolah teregenang, banjir juga mengakibatkan jalan akses di Kecamatan Kalitengah banjir.
Hal ini membuat distribusi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Jelakcatur terganggu. Bahkan, ratusan ompreng MBG terpaksa diangkut menggunakan perahu karena jalur darat tak lagi bisa dilalui, Selasa (13/1) siang.
Kondisi tersebut dialami salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani wilayah terdampak banjir. Ketinggian air yang terus meningkat membuat kendaraan operasional tidak berani melintas, sehingga pengangkutan MBG harus dialihkan melalui jalur air.
Asisten Laboratorium SPPG Tiwet, Agung, menjelaskan bahwa pengiriman MBG awalnya masih bisa dilakukan menggunakan mobil. Namun saat perjalanan kembali, kondisi jalan sudah tergenang cukup dalam akibat luapan Bengawan Jero.
“Ini tadi ngirim dari Desa Bojoasri, Gambuhan, Kalitengah, sampai Tiwet. Saat berangkat masih aman menggunakan mobil, tapi saat hendak kembali menuju SPPG airnya naik, dari pada mobilnya mogok makanya (ompreng, red) dipindah menggunakan perahu saja,” ujar Agung saat dimonfirmasi wartawan Radarlamongan.co diatas perahu paralon yang ditumpanginya.
Ratusan ompreng MBG kemudian diturunkan dari mobil operasional sebelum dipindahkan ke perahu. Dengan menggunakan dayung, Agung bersama tim harus menempuh jarak sekitar 500 meter melewati genangan air setinggi kurang lebih 80 sentimeter.
Proses evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Selain arus air yang cukup tinggi, di sepanjang jalur tersebut juga banyak pengendara sepeda motor yang terpaksa berhenti karena kendaraannya mogok akibat terendam banjir.
“Jumlahnya sekitar 120 ikat atau kurang lebih 300 ompreng. Kita bawa pelan-pelan supaya tetap aman dan bersih,” jelasnya.
Meski harus menempuh jalur yang tidak biasa, seluruh ompreng MBG berhasil dievakuasi tanpa kendala berarti. Pihak SPPG memastikan pelayanan tetap berjalan di tengah kondisi banjir, sembari berharap genangan air segera surut agar distribusi kembali normal. (jar)
Editor : Anjar D. Pradipta