LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari ini berdampak pada naiknya debit air di Bengawan Jero. Kondisi diperparah dengan banyaknya eceng gondok yang berada di sejumlah aliran sungai. Salah satunya di sungai di sebelah Pasar Kiringan dipenuhi eceng gondok yang membuat air tak bisa mengalir lancar.
Pantauan di lapangan, puluhan rumah terendam banjir di beberapa desa di Kecamatan Kalitengah. Sedangkan Masjid di Desa Jelakcatur terendam, yang membuat jemaah terpaksa salat di lantai dua.
Kemudian beberapa ruas jalan di Kecamatan Kalitengah juga terendam. Diantaranya ruas jalan di Desa Jelakcatur tergenang sekitar 30 centimeter (cm) dan Desa Bojoasri tergenang sekitar 50 cm, terlihat ada puluhan motor mogok. Selain itu, puluhan hektare tambak di beberapa desa di Kecamatan Kalitengah banyak yang terdampak banjir.
Salah satu warga Desa Bojoasri, Sarwo Edi mengatakan, tambak ini cukup terdampak akibat banjir.
‘’Banyak yang tidak hasil. Padahal aslinya waktunya panen, dapat cuma dikit,’’ ucapnya.
Kepala Dusun Gangin, Desa Jelakcatur Kalitengah, Heri merinci sebanyak 48 rumah terdampak banjir. Dia memperkirakan, jumlah rumah yang terendam bertambah karena air masih naik. Selain itu Masjid juga terdampak dan sekolah juga sebagian terdampak.
‘’Harapan warga ada solusi pada penanganan banjir ini agar surut, harapan ada bantuan,’’ ucapnya.
Salah satu warga Desa Jelakcatur, Aslam mengatakan, rumahnya tergenang air sejak lima hari, yang membuat barang-barang di rumahnya harus dinaikkan ke tempat lebih tinggi. ‘’Semoga lekas surut,’’ ucapnya.
Anggota Komisi C DPRD Lamongan, Ali Afandi mendesak ada koordinasi antar OPD atau leading sektor dalam melakukan penanganan, khususnya untuk pembersihan eceng gondok.
‘’Agar saluran air di sungai-sungai Bengawan Jero supaya lancar dan tidak ada hambatan aliran air dari selatan,’’ imbuhnya.
Anggota Komisi C DPRD Lamongan, Umar Buwang mengatakan bahwa penyebab banjir di b Bengawan Jero, diantaranya intensitas curah hujan tinggi. Hal itu juga terjadi di beberapa wilayah Lamongan kota yang sebelumnya tidak banjir, kemarin sempat banjir. Selanjutnya, aliran air yang terhambat karena eceng gondok.
‘’Kita berharap nanti dinas untuk giat membersihkan eceng gondok. Walaupun eceng gondok tidak menjadi sebuah persoalan utama, tapi hendaknya dibersihkan,’’ pintanya.
Plt Kalaksa BPBD Lamongan, Moch. Na’im belum bisa dimintai konfirmasi terkait banjir di wilayah Bengawan Jero. Saat ditelepon terdengar nada sambung, tapi tak kunjung dijawab. Hingga berita ini ditulis, pesan singkat via WhatsApp juga belum dibalas.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Lamongan, Yuli Wahyuono mengaku data tambak yang terendam banjir di wilayah Bengawan Jero belum masuk. ‘’ Ngapunten data blm masuk ,’’ jawabnya singkat. (sip/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta