radarlamongan.co – jawaposradarlamongan – Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir membuat sebagian lahan pertanian tergenang.
Hingga Jumat (12/12), BPBD Lamongan mendata sebagian lahan pertanian di Kecamatan Babat, Kedungpring, Modo, dan Pucuk tergenang.
Plt Kalaksa BPBD Lamongan, M Naim menjelaskan, di wilayah Kecamatan Kedungpring ada juga permukiman yang kebanjiran.
Namun, siang airnya mulai surut.
Menurut dia, ada sekitar 135 hektare lahan pertanian di Kedungpring yang terdampak banjir.
Di Kecamatan Modo, ada empat desa dengan luas lahan terdampak sekitar 193 hektare.
“Kita masih terus koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan datanya, infonya Pucuk dan Babat sudah normal,” ujarnya.
Dia memprediksi intensitas hujan tinggi hingga Januari mendatang.
Antisipasi saluran air sungai, perkuat tanggul, dan mengaktifkan pompa sudah dilakukan.
Menurut Naim, di Kecamatan Lamongan dan sejumlah kecamatan lain juga ada beberapa luberan air sungai.
Dia terus mendata wilayah yang terdampak.
“Kita harus berkolaborasi untuk menghadapi bencana hidrometeorologi ini, semoga semuanya aman,” harapnya.
Naim menuturkan, lahan pertanian yang tergenang rata - rata umur padinya 7 - 20 hari karena petani baru masuk masa tanam pertama.
‘’Semoga banjirnya segera surut dan padinya terselamatkan. Kita upayakan penanganan cepat dengan mengaktifkan pompa pembuangan,” tuturnya. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma