Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Santri Asal Lamongan Korban Ambruknya Ponpes Al Khoziny Dimakamkan di Samping Makam Ayahnya

Anjar Dwi Pradipta • Rabu, 8 Oktober 2025 | 20:31 WIB
Petugas dan warga mengangkat peti jenazah santri korban ambruknya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo saat tiba di masjid desa sebelum dimakamkan di pemakaman umum Desa Wangen Dusun Wukir.
Petugas dan warga mengangkat peti jenazah santri korban ambruknya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo saat tiba di masjid desa sebelum dimakamkan di pemakaman umum Desa Wangen Dusun Wukir.

GLAGAH, RADARLAMONGAN.CO – Suasana haru menyelimuti pemakaman almarhum Ghifari Haikal Nur (17), santri korban ambruknya Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny Sidoarjo. Jenazah Haikal dimakamkan di kampung halamannya, Desa Wangen, Dusun Wukir, Kecamatan Glagah, Rabu (8/10) pagi. Ia dikebumikan bersebelahan dengan makam sang ayah yang telah lebih dulu meninggal empat tahun lalu.

Jenazah Haikal sebelumnya diserahkan pihak RS Bhayangkara Polri kepada keluarga pada Rabu pagi. Setelah disalatkan di masjid desa, jenazah langsung dibawa ke pemakaman keluarga. Tangis keluarga dan kerabat pecah saat proses pemakaman berlangsung.

Menurut sang ibu, Sundari, Haikal merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara, ia merupakan santri kelas XII di Ponpes Al Khoziny.

“Haikal anaknya pendiam dan ingin sekali jadi ulama. Setelah lulus madrasah aliyah, dia rencana mau lanjut mondok lagi,” tutur Sundari dengan nada tabah.

Ia menambahkan, keluarga baru mendapat kepastian kabar duka itu pada Selasa (7/10) malam, setelah hasil uji DNA menunjukkan kecocokan antara korban dan dirinya. Karena keluarga belum siap malam itu, jenazah baru dijemput keesokan harinya.

“Anak yang nurut, keinginan mondok juga dari dirinya sendiri,” ungkapnya.

Sundari mengenang, tidak ada firasat apa pun sebelum peristiwa tragis itu. Ia sempat bertemu dengan Haikal saat liburan Maulid beberapa waktu lalu.

“Sudah tiga tahun dia mondok di Al Khoziny, anaknya pendiam dan jarang cerita,” kenang Sundari lirih.

Kini, Haikal telah beristirahat tenang di samping makam sang ayah. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan para tetangga, namun semangatnya untuk menimba ilmu agama menjadi kenangan yang akan selalu dikenang oleh orang-orang terdekatnya. (jar)

 

 

Editor : Anjar D. Pradipta
#Ponpes Al Khoziny #rs bhayangkara #lamongan #sidoarjo