Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Terdampak Cuaca, Mayoritas Waktu Tanam Tembakau di Lamongan Mundur

Rika Ratmawati • Selasa, 22 Juli 2025 | 07:05 WIB

 

MENYESUAIKAN KONDISI: Intensitas hujan yang lumayan tinggi pada musim kemarau ini, membuat petani tembakau harus tanam dua sampai tiga kali.
MENYESUAIKAN KONDISI: Intensitas hujan yang lumayan tinggi pada musim kemarau ini, membuat petani tembakau harus tanam dua sampai tiga kali.

LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Musim tanam tembakau di beberapa kecamatan masih berlangsung. Karena intensitas hujan yang lumayan tinggi, sehingga petani harus tanam dua sampai tiga kali.

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan, Bakrudin menjelaskan, untuk waktu tanam masih berlangsung. Sebenarnya kalau musim kemarau lebih awal seperti tahun lalu, bulan depan sudah ada yang mulai panen petikan pertama.

Namun untuk tahun ini berdasarkan prediksi BMKG kemarau basah, sehingga waktu tanam petani banyak yang mundur karena harus tanam ulang.

''Ada yang tanam dua kali karena mati akibat curah hujan masih tinggi,” imbuhnya. 

Bakrudin mengatakan, bulan depan kemungkinan sudah ada yang panen di wilayah Mantup. Namun puncak panen biasanya antara September-Oktober. Karena sebagian masih proses tanam dan untuk luasan diprediksi turun, meski belum ada angka pastinya.

Menurut dia, intensitas hujan yang tinggi membuat beberapa petani memilih tanam padi, namun yang wilayah tembakau seperti Bluluk dan Modo tetap. Karena dalam beberapa tahun ini harga tembakau sangat menggembirakan, yakni tembus Rp 55 ribu per kilogram (kg) untuk kualitas terbaik.

Dia menuturkan, petikan pertama biasanya dibeli dengan harga lebih rendah sekitar Rp 35 ribu, yang kemudian akan terus naik mengikuti dengan kualitas dan kebutuhan pabrik. Saat ini masih proses tanam, harapannya seluruh petani bisa mendapatkan kesejahteraan nantinya.

“Dalam dua tahun ini harga tembakau sangat tinggi karena kualitasnya bagus,” pungkasnya. (rka/ind)

Editor : Anjar D. Pradipta
#musim tanam #intensitas hujan #lamongan #cuaca #tembakau