LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Intensitas hujan tinggi beberapa waktu lalu, berimbas pada waktu tanam tembakau yang diprediksi mundur.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan, Mugito menjelaskan, untuk waktu tanam tembakau mungkin tidak bersamaan. Sebab kemarau basah ini, ada yang sudah tanam dan sebagian mundur.
Menurut dia, biasanya Bulan Juni sudah mulai tanam untuk wilayah Mantup dan Sambeng. Namun informasi di lapangan banyak petani yang memilih menunda tanam.
‘’Karena masih tinggi airnya, sehingga belum bisa tanam,’’ ujarnya.
Mugito mengatakan, tembakau juga butuh air untuk menyiram. Tapi tembakau tidak butuh tanah yang lembab, yang justru kering paling bagus. Tentunya petani memiliki perhitungan lain, dengan mempertimbangkan cuaca.
Karena di Lamongan realitanya ada petani yang bisa tanam tembakau mulai April, namun tahun ini hingga Juni masih belum maksimal luasannya. Karena itu, belum bisa diestimasi dan ada kemungkinan jumlah produksi tembakau tahun ini turun.
Dia menuturkan, waktu ideal tembakau tiga bulan. Sehingga jika tanam awal Juni, maka September mulai panen. Karena tembakau panennya tidak langsung, berjarak antara petikan pertama dan seterusnya.
Namun info di lapangan yang tanam tembakau masih sebagian kecil, karena mereka harus mengulang akibat air yang masih tinggi. Selain itu, petani infonya kembali tanam padi karena curah hujan masih tinggi.
‘’Kemarau basah, beberapa petani pilih tanam padi lagi,’’ imbuhnya.
Mugito belum bisa memastikan jumlah luas tanam tembakau di Lamongan. Karena biasanya paling banyak di daerah Bluluk, Sukorame dan Modo. Sementara untuk wilayah tersebut belum semua petani tanam tembakau. (rka/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta