LAMONGAN, Radarlamongan.co – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan mendata hampir seribu rumah di delapan kecamatan terendam, akibat terdampak luapan daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo.
Meliputi Kecamatan Karanggeneng, Kecamatan Turi, Kecamatan Karangbinangun, Kecamatan Glagah, Kecamatan Karanggeneng, Kecamatan Maduran, Kecamatan Babat, dan Kecamatan Laren.
Beberapa titik di lima desa di Kecamatan Karanggeneng, serta beberapa titik di dua desa di Kecamatan Turi tergenang. Namun tidak sampai merendam permukiman warga.
Sedangkan 21 rumah tersebar di lima desa di Kecamatan Karangbinangun terendam, delapan rumah dalam satu desa di Kecamatan Glagah terendam, sepuluh rumah dalam satu desa di Kecamatan Karanggeneng terendam, dan sepuluh rumah dalam satu desa di Kecamatan Maduran terendam.
Terparah di Kecamatan Babat dan Kecamatan Laren. Di Babat terdata 361 rumah di lima desa/ kelurahan terendam. Sedangkan, sebanyak 571 rumah di delapan desa di Kecamatan Laren terendam.
‘’Memang benar, untuk saat ini sebanyak 981 rumah di delapan kecamatan yang tergenang akibat luberan air Bengawan Solo,’’ beber Kabid Kedaruatan dan Logistis BPBD Lamongan, Nurhasan.
Ketinggian air di permukiman warga sempat menyentuh titik tertinggi antara 20 centimeter (cm) hingga 30 cm di masing-masing wilayah. Namun, berdasar informasi yang diterimanya dari masing-masing wilayah, genangan air berangsur turun mengikuti debit air di DAS Bengawan Solo.
‘’Untuk saat ini, ketinggian sendiri berada di rumah yang terdampak rerata 5 cm sampai 10 cm,’’ terangnya.
Debit air DAS Bengawan Solo di Lamongan rerata masih siaga merah. Dia menjelaskan, debit air di Kecamatan Babat mencapai 6.75 pheilscal. Sedangkan di Laren debit air mencapai 5.48 pheilscal, serta di Karanggeneng debit airnya 4.13 pheilscal.
Nurhasan memastikan, petugas masih siaga di lapangan karena masih berpotensi adanya kiriman air dari wilayah hulu. ‘’Semoga saja air mengalami penurunan bila mana di wilayah hulu tak mengalami kenaikan karena air hujan,’’ ujarnya. (mal/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta