LAMONGAN, Radarlamongan.co - Kecelakaan di Perlintasan Kereta Api (KA). kembali terjadi di wilayah Lamongan. Dalam kurun waktu dua minggu terakhir, sudah terjadi tiga kasus kecelakaan di perluntasan KA.
Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, KA Kertajaya Tambahan terlibat kecelakaan dengan mobil Honda CRV yang di kendarai oleh dosen Unisla di perlintasan KA desa Sukoanyar, Kecamatan Turi, Minggu malam (23/3).
Selang beberapa hari, ditemukan jasad pria yang diduga tertabrak kereta Commuter Line di perlintasan KA Dusun Plalangan, Desa Plosowahyu, Kecamatan Lamongan, Sabtu (29/3).
Terakhir, telah terjadi kecelakaan melibatkan Kereta Api (KA) Harina jurusan Bandung-Surabaya dengan pengendara motor matik nopol S 6698 JBK di Km 174+300 Desa Warukulon, Kecamatan Pucuk, Sabtu (5/4).
Laka di perlintasan KA tanpa palang pintu tersebut menyebabkan kakak beradik meninggal di lokasi kejadian, meliputi Yayuk Royani, 35, asal Dusun Dadar, Desa Kebonagung, Kecamatan Babat dan Lina Zufita, 26, asal Desa/ Kecamatan Pucuk.
Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid menjelaskan, keduanya berboncengan mengendarai motor dari arah utara ke selatan setelah berbelanja ke pasar.
Ketika akan melintasi perlintasan double track, kedua korban sempat berhenti karena ada kereta melintas. Berdasarkan penuturan saksi, Burhanudin Rafdani ketika palang pintu dibuka olehnya, korban menyeberang.
Dalam waktu bersamaan, terdapat KA Harina yang dikemudikan masinis Arif Tri Kusumo dan asisten Mohamad Choirul Kiriom dari arah barat menuju Surabaya. Akibatnya korban tertabrak dan terpental sejauh 10 meter.
''Keduanya meninggal dunia dan jasadnya dievakuasi ke rumah sakit, sepeda motor korban rusak berat," terangnya.
Ipda Hamzaid meminta agar pengendara meningkatkan kewaspadaan selama berkendara, baik di jalan raya maupun perlintasan. Karena mobilisasi kereta lebih padat akibat arus balik mudik Lebaran.
''Lalu lintas di jalan raya juga dipastikan volume kendaraan akan bertambah jelang berakhirnya libur Lebaran,'' imbuhnya.
Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arief menuturkan, sekitar pukul 07.45 di antara Stasiun Pucuk dan Stasiun Surabayan terjadi kecelakaan.
Akibatnya KA Harina berhenti luar biasa (BLB) di lokasi untuk pemeriksaan kondisi sarana. Setelah dilakukan pemeriksaan pada lokomotif, rangkaian KA dinyatakan aman.
"Sekitar pukul 08.03 rangkaian KA Harina berangkat kembali untuk melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Pasar Turi Surabaya," tuturnya. (rka/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta