Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Luas Tanam Tebu Tidak Berubah, Ini Penyebab Perluasannya Sulit

Rika Ratmawati • Minggu, 6 April 2025 | 04:03 WIB
SAMA DENGAN TAHUN SEBELUMNYA: Lahan tebu milik petani di wilayah selatan Lamongan. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)
SAMA DENGAN TAHUN SEBELUMNYA: Lahan tebu milik petani di wilayah selatan Lamongan. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)

radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Luas tanam lahan tebu tahun ini sama dengan tahun sebelumnya, 3.778 hektare.

Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan, Edy Yunan Achmadi, menjelaskan, luas tanam tebu sulit bertambah karena tidak semua wilayah cocok untuk ditanami tebu.

Tebu paling banyak ditemui di lereng hutan.

Wilayah yang masih tinggi petani tebu di antaranya Kecamatan Sambeng, Ngimbang, Kembangbahu, dan Mantup.

''Minimal luas tanam masih sama dengan tahun lalu. Jadi kita upayakan untuk meningkatkan produktivitasnya,'' katanya. 

Yunan menuturkan, waktu panen tanaman tebu sekitar 9 - 10 bulan.

Biasanya, petani sewa lahan Perhutani untuk tanam tebu.

Saat ini, sebagian tanamnya termasuk jenis tawat ratoon.

Yakni, tanaman yang lama ditumbuhkan lagi.

Sebab, tebu bisa lima kali dengan metode tawat ratoon.

Tahun lalu, harga tebu terbaik tembus Rp 111 ribu per kuintal.

Padahal, biasanya hanya Rp 70 ribu per kuintal.

Yunan berharap harga tebu bisa stabil agar petani juga merasakan untung karena hanya panen satu kali.

"Kalau untung, mereka semangat tanam lagi," terangnya. (rka/yan)

Editor : Arya Nata Kesuma
#lahan tebu #mantup #Sambeng #kembangbahu #Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian Lamongan #Kecamatan Ngimbang #Luas Tanam #lamongan #petani #Lereng Hutan