LAMONGAN, Radarlamongan.co – Petugas masih terus menelusuri identitas tiga korban yang tewas, dalam insiden kebakaran Mahkota Cafe Love Garden di Desa Karangkembang, Kecamatan Babat, Minggu pagi (9/2).
Seperti diketahui cafe dan homestay di pinggir Jalan Raya Babat – Jombang yang terbakar itu, milik Slamet Cokro Diharjo, warga Kelurahan Sonokwijenan, Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya.
Hingga kini teridentifikasi satu korban berjenis kelamin perempuan, serta dua korban berjenis kelamin pria. Namun, identitas tiga korban sulit dideteksi, karena hampir seluruh bagian tubuhnya hangus terbakar.
Petugas menemukan satu E-KTP milik perempuan di sekitar TKP. E-KTP yang di bagian pinggirnya terdapat bekas terbakar tersebut milik Devi Nuraeni, asal Desa Denasari, Kecamatan/ Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.
Namun petugas masih perlu mengkroscek kebenaran, yakni apakah pemilik identitas merupakan korban kebakaran atau tidak. Informasi yang dihimpun, petugas masih berupaya mendatangkan keluarga perempuan di E-KTP tersebut.
Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP Risky Akbar Kurniadi mengatakan, hingga kini sebanyak tiga saksi telah dimintai keterangan, yakni satu saksi pria dan dua saksi perempuan. Dua saksi perempuan yang diperiksa bekerja sebagai LC atau pemandu lagu.
‘’Untuk barang bukti yang diamankan, tentunya kini masih menunggu Tim Labfor Polda Jatim karena masih bekerja di lokasi,’’ terang Risky, sapaan akrabnya.
Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid menjelaskan, kejadian kebakaran pertama kali diketahui Lusiana Fatimah. Saat sedang memasak mi, saksi mendengar suara yang dikira tandon air penuh.
Saksi pada saat keluar melihat api sudah membesar, yang selanjutnya membangunkan teman-temannya di mess yang tak jauh dari lokasi kebakaran. Hamzaid mengatakan, hingga kini belum diketahui penyebab kebakaran, karena masih diselidiki oleh petugas.
‘’Atas kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp 500 juta,’’ imbuhnya.
Sulistiani, salah satu warga setempat mengaku jika terlihat api dari atas bangunan sudah membesar. Namun, diakuinya, warga sekitar tidak berani masuk membantu, karena di depan gerbang ada yang menjaga.
Tak lama kemudian, dia melihat petugas pemadam kebakaran (damkar) dan mobil polisi masuk ke dalam. ‘’Tak ada yang mengetahui mas, lokasinya di dalam, lahannya luas serta diberikan tembok keliling,’’ imbuhnya
Kabid Damkar Satpol PP Lamongan, Siswanto menjelaskan, anggota damkar di Korwil Babat menerima laporan dari masyarakat adanya kejadian kebakaran. Sebanyak dua armada damkar dari Babat dan dua armada damkar bantuan dari Bojonegoro dikerahkan ke lokasi.
Sekitar pukul 04.05 WIB, anggota tiba di lokasi dan berhasil memadamkan api pada bangunan seluas 20 meter x 15 meter tersebut sekitar pukul 05.00 WIB. ‘’Sehingga sekitar 1 jam lamanya api yang membesar tersebut berhasil dipadamkan,’’ ujarnya. (mal/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta