LAMONGAN, Radarlamongan.co - Tempat pembuangan sampah (TPS) di Dusun Bujel, Desa Sendangrejo, Kecamatan Ngimbang meresahkan warga.
Air lindi atau residu penumpukan TPS tersebut mencemari sumur yang menyebabkan air di dalamnya berwarna hitam.
Pencemaran tersebut dikhawatirkan meluas dan mencemari sendang, yang menjadi sumber air utama warga setempat.
Pantauan di lapangan Minggu (12/1), letak TPS berukuran 25 meter x 8 meter tersebut dekat pemukiman.
Selain itu, posisinya lebih tinggi dari rumah warga. Dulunya hanya warga sekitar yang membuang sampah di sana, tapi enam tahun terakhir banyak tetangga desa ikut serta.
Warga dan Ketua LPM Desa Sendangrejo, Juni Ismawan menjelaskan, sampah yang tidak bisa dipilah dan langsung dibakar menimbulkan polusi udara yang membuat sesak dada.
Sedangkan saat hujan, ada lalat masuk ke rumah warga dan menimbulkan bau menyengat.
Selain relokasi, pihaknya berharap dilakukan pengerukan terhadap residu sampah yang saat ini menggunung.
Sehingga bisa meminimalisir dampak dari risiko yang ditimbulkan.
‘’Saat ini beberapa sumur milik warga tercemar dari proses pembakaran sampah yang menimbulkan residu,’’ ujarnya.
‘’Sehingga ketika turun hujan, resapan air mencemari, yang menyebabkan air hitam dan tidak bisa digunakan,’’ keluhnya.
Dia mengatakan, masyarakat sangat berharap TPS direlokasi ke tempat yang jauh dari pemukiman, agar tidak mencemari sumber mata air.
‘’Harapan kami ada campur tangan dari pemerintah kabupaten untuk menuntaskan masalah yang ada di Sendangrejo, khususnya di Dusun Bujel,’’ kata Wawan, sapaan akrabnya.
Dia mengaku, saat musyawarah desa (musdes) untuk penetapan belanja Tahun 2025 disepakati alokasi Rp 100 juta untuk relokasi.
Apalagi, lahan TPS tersebut milik perorangan yang diminta izin desa agar dicabut.
‘’Peran serta dan campur tangan dari pemerintah kabupaten sangat kami harapkan,’’ ucap Wawan.
Suwarno, Ketua RT 01/RW 03, Dusun Bujel menuturkan, TPS ini sangat mengganggu warga setempat.
Saat kemarau menimbulkan polusi dan saat musim penghujan menimbulkan lalat, pencemaran air, bau menyengat, dan nyamuk.
Dia membenarkan, saat ini beberapa sumur telah tercemar air lindi dari TPS tersebut. Sehingga, dia berharap, dampaknya tidak meluas ke sendang. ‘’Harapan saya tetap direlokasi.
Apalagi TPS ini milik pribadi tanahnya. Selain itu perlu pengerukan residu,’’ imbuhnya.
Ketua DPRD Lamongan, M. Freddy Wahyudi menginginkan persoalan sampah ini bisa segera terselesaikan.
Pihaknya terus mendorong OPD terkait untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat, bahwa pengolahan sampah cukup penting.
‘’Komisi C akan saya rekomendasikan sidak ke sana, solusinya bagaimana dan persoalannya bagaimana,’’ ucap politisi F-PKB tersebut.
Kepala Desa Sendangrejo, Suwaji mengatakan, pihaknya sudah berencana merelokasi.
Namun, kendalanya masih belum ada lokasi baru. Pihaknya juga minta dukungan Pemkab Lamongan agar bisa berjalan dengan baik.
‘’ Sudah ada rencana relokasi,’’ ujarnya.
Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Lamongan, Saepul Amin menuturkan, intinya pemerintah siap membantu dan berkolaborasi dalam penanganan sampah di masyarakat.
Pihaknya mengimbau masyarakat untuk sadar pentingnya pengolahan sampah 3R, yakni reuse, reduce, dan recycle.
Bahkan DLH juga aktif dan rutin mengangkut sampah liar di beberapa titik jalan.
"Intinya Pemerintah Lamongan siap membantu penanganan sampah di masyarakat, kita bersama-sama,’’ tandasnya. (sip/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta