DEKET, Radarlamongan.co - Lagi, kejadian tenggelam mengakibatkan hilangnya nyawa terulang kembali di wilayah Kabupaten Lamongan.
Kali ini nasib na'as menimpa seorang anak bernama David Maulana, 12, asal Desa Dinoyo Kecamantan Deket kehilangan nyawa akibat tenggelam di telaga, Rabu (25/12) siang.
Kapolsek Deket, AKP Sri Iswati menjelaskan ketika ditemukan, siswa SD tersebut sudah dalam kondisi meninggal dunia karena tenggelam di telaga.
"Korban sudah ditemukan, telah meninggal di dalam telaga," jelasnya.
Awal mula siswa yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) ini bermain hujan-hujan di telaga berasama tiga teman sebayanya.
Usai bermain hujan-hujan sembari mandi di telaga, beberapa teman korban memilih naik lebih dulu ke atas telaga dan menunggu korban.
Namun, seketika kepanikan muncul karena korban tak kunjung muncul ke permukaan telaga.
Ketiga teman korban yang sempat bermain bersama di telaga tersebut berteriak sembari meminta tolong kepada warga sekitar.
Mendengar teriakan tersebut, beberapa warga mendatangi lokasi dan membantu mencari korban. Dari situlah, akhirnya beberapa warga langsung mencari ke dalam telaga.
Tak lama kemudian korban ditemukan berada didasar telaga bagian utara.
"Ketiga temanya, berlari dan berteriak meminta tolong menuju rumah korban untuk memberitau orang tua korban,'' imbuhnya.
Usai ditemukan di dasar telaga korban sempat dilakukakan pengecekan oleh tim medis.
"Setelah, dilakukan pengecekan tim medis korban dinyatakan telah meningal dunia,'' jelasnya.
Diduga korban tenggelam di telaga Dusun Keputran karena tak bisa berenang.
Masih segar dalam ingatan bulan Desember ini sudah tiga kejadian beruntun kasus tenggelam di wilayah Kabupaten Lamongan.
Diberitakan sebelumnya, pada hari Rabu, (18/12) siang pelajar SMK kehilangan nyawa akibat tenggelam di pintu Dam Sungai Desa Tanjung.
Kemudian pada hari Selasa. (17/2) siswa SMP asal Desa Kesambi Kecamatan Pucuk tenggelam di Rawa Bulu, Kecamatan Sekaran saat bermain sampan bersama temannya.
Atas beberapa kejadian tersebut, turut mengimbau agar orang tua lebih waspada dalam mengawasi anak-anak saat bermain di musim libur sekolah seperti saat ini.
Orang tua dimohon untuk tidak membiarkan anak-anak bermain tanpa pengawasan terutama di sekitar area yang berbahaya seperti telaga atau sungai. Guna mencegah, adanya hal yang tak di inginkan nantinya. (mal/jar)
Editor : Anjar D. Pradipta