Radarlamongan.co – Nasib nahas dialami Totok Ais Munato, 54, yang tertabrak kereta api (KA) barang relasi Surabaya – Jakarta di perlintasan Desa Gembong, Kecamatan Babat, Sabtu malam (2/11).
Korban asal Desa Sidorejo, Kecamatan Deket yang terpelanting beberapa meter tersebut, akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian.
‘’Korban telah meninggal di lokasi kejadian setelah tertabrak KA barang,’’ terang Kapolsek Babat, Kompol Sampun.
Dia menjelaskan, korban merupakan sopir bus Bangau Mas dengan nopol S 7914 UA jurusan Surabaya – Bojonegoro.
Sesampai di simpang tiga Desa Gembong, bus tersebut menabrak sepeda motor hingga banyak warga berdatangan.
Hal itu membuat sopir panik hingga turun dari bus, serta menepi dengan maksud untuk menghubungi seseorang.
‘’Dari situlah, sopir tersebut berjalan ke arah selatan ke perlintasan KA,’’ ungkapnya.
Saat berjalan, tentunya sopir bus tersebut tak menyadari adanya KA barang dari arah Surabaya dengan tujuan Jakarta melintas.
Korban lalu terserempat dan terpelanting sampai 25 meter dari lokasi kejadian hingga ke sisi utara rel KA.
Korban ditemukan meninggal dunia dengan kondisi luka di kepala, serta patah kedua kaki.
Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif mengakui, kejadian laka lantas pejalan kaki tertabarak KA barang menyebabkan keterlambatan KA.
Sebab setelah insiden tersebut, masinis berhenti untuk melakukan pengecekan terlebih dulu.
‘’Setelah kejadian tersebut, tentunya KA barang mengalami keterlambatan kurang lebih 5 menit lamanya,’’ ujarnya. (mal/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta