LAMONGAN, Radar Lamongan — Sejumlah lahan sawah petani di Kecamatan Modo mengering.
Akibatnya, tanaman padi mereka roboh.
Nawawi, petani asal Kecamatan Modo, mengatakan, dirinya melakukan panen dini di usia padi 75 hari.
Panen dua minggu lebih cepat itu karena tanaman miliknya roboh.
"Kalau padinya sudah menguning, tapi umurnya belum cukup. Dipaksa panen, jadi harganya menyesuaikan nanti,” tuturnya.
Menurut dia, hanya dirinya yang melakukan panen dini.
Namun, sekitar sawahnya banyak tanaman padi roboh.
Dia tidak tahu apakah petani lain mengikuti langkahnya.
Menurut dia, panen dini ini dilakukan karena padi sudah roboh dan jika dibiarkan tidak bisa dicombie (panen menggunakan mesin).
Karena padi harus diikat ulang dan memerlukan biaya yang lebih besar untuk tenaganya.
Sehingga dipilih panen dini meski belum cukup umur, minimal bisa menghemat biaya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lamongan, Moch Wahyudi, menjelaskan, sampai sekarang belum ada laporan panen dini.
Biasanya petani memiliki pertimbangan untuk melakukan panen.
Sebab, panen dini berdampak pada kualitas beras.
“Bulan Juni ada yang panen tapi tidak banyak karena sebagian besar sudah masuk tanam kedua,” jelasnya.(rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma