LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) sukses menggelar prosesi wisuda ke-VII program diploma dan sarjana, Sabtu (11/10), di UMLA Dome. Sebanyak 842 lulusan resmi diwisuda, sekaligus dilakukan pengambilan sumpah dan pelantikan profesi kesehatan.
Suasana khidmat terasa sejak pagi. Sekitar 3.000 orang memadati gedung baru UMLA Dome, yang terdiri dari orang tua, wali, dan undangan. Wisuda kali ini merupakan yang pertama digelar di UMLA Dome.
Acara tersebut dihadiri langsung Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi bersama Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara dan Sekdakab Lamongan, Moh. Nalikan yang juga mendampingi istri wisuda.
Rektor UMLA, Abdul Aziz Alimul Hidayat mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya wisuda sejumlah 842 lulusan, yang juga menjadi bukti kemajuan kampus dalam berbagai aspek.
‘’Mudah-mudahan lulusan 842 ini bukan menjadi beban negara, tapi menjadi pemicu bagaimana peningkatan sumber daya manusia di Indonesia semakin berkembang,” ujarnya.
Dia menambahkan, UMLA terus berkomitmen mempercepat pembangunan infrastruktur dan fasilitas bagi mahasiswa. Ini pertama kali melakukan wisuda dengan kapasitas 3000-an orang yang hadir di UMLA Dome, yang biasanya menggunakan beberapa ruangan.
Ke depan kampus akan mendirikan pusat inkubator bisnis, sebagai rest area yang akan menjadi pusat industri kreatif dan wadah bagi pelaku UMKM Lamongan.
‘’Wisuda kali ini juga menjadi bukti komitmen kami menghadirkan sarana prasarana terbaik. Insya Allah, pengembangan kampus terus kami tuntaskan,’’ tambahnya.
Dari sisi penerimaan mahasiswa baru, UMLA juga menunjukkan peningkatan signifikan. Tahun ini tercatat 1.456 mahasiswa baru, naik dari tahun sebelumnya yang hanya sekitar seribu mahasiswa.
‘’Ini bukti meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap UMLA. Kami akan terus berbenah agar UMLA menjadi pilihan utama bagi calon mahasiswa,’’ tuturnya.
Rektor UMLA berpesan kepada seluruh wisudawan agar tidak berhenti belajar.
‘’Tantangan ke depan luar biasa. Jangan hanya mengandalkan hard skill, tetapi juga kembangkan soft skill, berpikir kritis, kreatif, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan dunia,’’ pesannya.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi yang turut hadir menyampaikan apresiasi kepada seluruh civitas akademika UMLA.
‘’Wisuda bukan sekadar seremoni akademik, tapi penanda perjuangan besar akan ilmu, kesabaran, dan doa. Hari ini bukan garis akhir, melainkan awal dari perjalanan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan agama,” ujarnya.
‘’Atas nama Pemerintah Kabupaten Lamongan, saya menyampikan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan-wisudawati, semoga gelar yang diraih hari ini menjadi titian pengabdian dan ladang kemanfaatan, bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi sesama,’’ ucapnya.
Bupati Yes juga memberikan penghargaan khusus kepada tenaga kesehatan yang turut dikukuhkan. ‘’Semoga saudara-saudari tetap menjadi insan berilmu, berempati dan berakhlak, ingatlah dalam setiap sentuhan pelayanan kesehatan ada doa, keihlasan, dan ada nilai kemanusian yang agung,’’ tutur bupati yang menjabat dua periode tersebut.
Dia menambahkan, meski belum genap satu dekade berdiri, UMLA telah meneguhkan diri sebagai laboratorium peradaban, tempat lahirnya generasi cendekia, berakidah, dan berjiwa sosial.
‘’Civitas akademika UMLA bukan sekadar mengajar tapi mendidik. Bukan hanya mencetak sarjana, tapi membentuk insan berkarakter. Inilah wujud nyata UMLA yang berkemajuan,’’ ucapnya. (sip/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta