Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Prodi Keperawatan Program D3 Kampus Tuban Poltekkes Kemenkes Surabaya Bentuk Posko PDKT

Anjar Dwi Pradipta • Senin, 29 September 2025 | 17:47 WIB
Tim Pengabdian masyarakat dari Program Studi Keperawatan Program Diploma Tiga Kampus Tuban Poltekkes Kemenkes, Kepala Desa Sendangharjo Ahmad Kirom, S.Pd, Perangkat Desa, dan kader kesehatan
Tim Pengabdian masyarakat dari Program Studi Keperawatan Program Diploma Tiga Kampus Tuban Poltekkes Kemenkes, Kepala Desa Sendangharjo Ahmad Kirom, S.Pd, Perangkat Desa, dan kader kesehatan

LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Diabetes melitus kini menjadi ancaman nyata bagi masyarakat. Tak hanya menyerang usia lanjut. Penyakit ini mulai menjangkiti kelompok usia produktif, akibat pola makan tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik.

Menyadari hal ini, Pemerintah Desa Sendangharjo, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, bersama Program Studi Keperawatan Program Diploma Tiga (D3) Kampus Tuban Poltekkes Kemenkes Surabaya, membentuk Posko PDKT (Peduli Kendali Diabetes), sebagai langkah nyata dalam pencegahan dan deteksi dini penyakit diabetes.

Kegiatan ini dibuka dan dihadiri Sekretaris Camat Brondong, Kapolsek, Babinsa, Kepala Puskesmas, serta dosen dan mahasiswa dari Program Studi Keperawatan Program (D3) Kampus Tuban Poltekkes Kemenkes Surabaya.

Sebanyak 26 kader kesehatan dan perangkat desa mengikuti pelatihan intensif, yang bertujuan meningkatkan kemampuan mereka dalam mengenali tanda-tanda awal diabetes.

Selain itu dilakukan pemeriksaan sederhana, seperti cek kadar gula darah menggunakan alat glukotest, pengukuran berat badan, tinggi badan, dan lingkar perut.

Selanjutnya, Kepala Desa Sendangharjo meresmikan Posko PDKT yang berlokasi di Puskesmas Pembantu Desa Sendangharjo. Posko ini menjadi pusat kegiatan kader dalam melakukan pemeriksaan kesehatan masyarakat secara berkala.

Sebanyak 50 warga desa turut diperiksa oleh kader, mulai dari pengukuran tinggi dan berat badan hingga cek gula darah. Kegiatan ini membuktikan bahwa kader kesehatan memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan masyarakat. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang tepat, mereka mampu menjadi ujung tombak deteksi dini penyakit kronis seperti diabetes.

Su’udi, S.Kep.,Ns.,M.Kep., selaku Ketua tim Pengabdian Masyarakat dari Program Studi Keperawatan Program D3 Kampus Tuban Poltekkes Kemenkes Surabaya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pelatihan, tetapi juga bentuk pemberdayaan masyarakat.

‘’Kami ingin kader kesehatan menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan warga. Posko ini bukan hanya tempat pemeriksaan, tapi juga pusat edukasi dan perubahan perilaku,” tuturnya.

Kepala Desa Sendangharjo, Ahmad Kirom, S.Pd juga berharap posko PDKT dapat beroperasi secara berkelanjutan dan menjadi contoh bagi desa-desa lain. ‘’Kami bangga karena kader kami kini mampu melakukan pemeriksaan mandiri. Ini langkah awal menuju desa yang sehat dan mandiri,’’ ucapnya. ‘’Kami juga berharap Poltekkes Kemenkes Surabaya melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat secara berkelanjutan,’’ tuturnya. (*)

Editor : Anjar D. Pradipta
#Poltekes Kemenkes #lamongan banget #diabetes #surabaya