RADARLAMONGAN.CO, JAWAPOS.COM — Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoA). Acara itu digelar pada Rabu, 24 September 2025, yang dihadiri oleh Plh. Kaprodi Agribisnis Resya Nurdyawati, S.P., M.P., dan Kepala Dinas Perikanan Lamongan Yuli Wahyuono SH, MM.
"Kami siap menjalin kerjasama strategis dalam pengembangan perikanan dengan Prodi Agribisnis UMG. Karena akan bisa memberi nilai tambah bagi kami, " tandas Yuli Wahyuono.
Kerja sama ini membuka ruang bagi mahasiswa Agribisnis UMG untuk mengikuti program magang intensif selama empat bulan di sektor perikanan Lamongan, dengan tujuan mengasah kemampuan manajerial dan bisnis sekaligus membentuk jiwa entrepreneur kelautan yang tangguh.
“Saatnya petambak bertransformasi dari pekerja menjadi pengusaha. Mereka harus menguasai teknis budidaya sekaligus piawai berbisnis,” tegas R. Achmad Djazuli, SP., MMA, dosen senior yang hadir dalam diskusi awal kerja sama, saat berdialog dengan Yuli Wahyuono.
Potensi Besar Perikanan Lamongan
Pemilihan Lamongan sebagai mitra magang bukan kebetulan. Kabupaten ini memang dikenal sebagai salah satu pusat kekuatan perikanan di Jawa Timur. Menurut profil Dinas Perikanan Lamongan:
Panjang garis pantai Lamongan mencapai 47 km dengan armada penangkap ikan sebanyak 3.423 unit dan 5 tempat pelelangan ikan (TPI).
Pada 2024, produksi ikan laut mencapai 79.935,94 ton, dengan nilai produksi senilai Rp 1,416 triliun.
Perikanan budidaya juga menunjukkan performa signifikan: total produksi 46.834,71 ton, dikelola oleh sekitar 37.516 pembudidaya dalam luasan usaha lebih dari 24.754 ha.
Sektor pengolahan juga aktif: pada 2024 terdapat 1.318 industri pengolahan perikanan dengan tenaga pengolah sebanyak 6.104 orang, menghasilkan produk olahan senilai puluhan ribu ton.
Di sisi konsumsi lokal, data 2023 menunjukkan peningkatan konsumsi ikan di Lamongan, dengan produksi budidaya mencapai 48.978,07 ton dan produksi olahan sebesar 92.052,89 ton pada tahun yang sama.
Prestasi juga tercipta di sektor tangkap: pada tahun 2023 target produksi perikanan laut sebesar 78.014 ton terlampaui dengan realisasi 84.538 ton, atau 108,36% dari target.
Keunggulan potensi ini menjadi modal kuat agar mahasiswa magang dapat kombinasi teori dan praktik langsung di lapangan.
“Cerdas Bertani, Pintar Berbisnis” dalam Aksi Program Studi Agribisnis UMG sejak 2019 telah mengusung jargon “Cerdas Bertani, Pintar Berbisnis”, sebagai filosofi pengembangan lulusan agribisnis yang tidak sekadar menguasai teknik produksi, tetapi juga aspek bisnis, pemasaran, dan manajemen usaha.
Dalam skema magang ini, mahasiswa tidak hanya kerja praktik biasa, melainkan ditempa melalui integrasi edukasi, pengabdian, dan promosi institusi. Menurut Ketua Prodi Agribisnis UMG, Resya Nurdyawati:
“Kami mengemas tri dharma perguruan tinggi dalam satu paket: pendidikan melalui praktik lapangan, pengabdian lewat pendampingan petambak, dan promosi dengan menunjukkan relevansi program studi.”
Mahasiswa telah diberi materi pembekalan meliputi manajemen produksi tambak, analisis kelayakan usaha, strategi pemasaran, hingga tata kelola keuangan usaha perikanan.
Aktivitas Lapang: Dari Sentra Tambak Kerapu hingga Rantai Pasok Lele
Mahasiswa akan ditempatkan di berbagai sentra unggulan di Lamongan. Salah satu lokasi prioritas adalah tambak kerapu semi intensif di Desa Labuhan, Kecamatan Brondong, yang dikenal keunggulan budidayanya. Kemudian budidaya bandeng dan udang vaname unggulan Lamongan. Selain itu, sentra budidaya lele yang memasok warung pecel lele legendaris juga menjadi destinasi menarik untuk belajar rantai pasok, kualitas produk dan distribusi segar.
Melalui pengamatan dan praktik langsung di sentra-sentra tersebut, sehingga mahasiswa akan mendapatkan ilmu dan pengalaman proses budidaya dari pembenihan hingga panen, serta langsung terlibat dalam strategi pemasaran lokal maupun skala lebih luas.
Harapan Jangka Panjang & Lini Inovasi
Nota kesepahaman ini hanya langkah awal. Diharapkan Kedua pihak—UMG dan Dinas Perikanan Lamongan—selanjutnya bisa merancang kelanjutan kerja sama seperti:
- Riset bersama untuk inovasi budidaya yang ramah lingkungan
- Inkubator bisnis perikanan untuk mendukung mahasiswa belajar usaha perikanan
- Program sertifikasi kompetensi berstandar industri
- Pemberdayaan masyarakat pesisir secara berkelanjutan
Dengan kolaborasi ini, mahasiswa bisa melihat, mengamati hingga mempraktikkan antara teori dengan praktik langsung di lapangan terkait budidaya dan wirausahawan perikanan unggulan.
Semester 7 Antusias, Peluang Jaring Mitra
Para mahasiswa menyambut positif program ini. Rosa Zahrina (semester 7) berkata:
“Pengalaman dari magang saya berharap bisa paham tentang budidaya perikanan dari hulu sampai hilir, " ujarnya.
Sementara Johan Indra Kusuma, yang sudah berkecimpung di bisnis perikanan di Gresik, bisa belajar melihat peluang jaringan baru.
Tak kalah strategis, Aldo Fikhri Firdaus berharap bisa belajar menjalin kemitraan dengan petambak sebagai pemasok ikan segar langsung.
Catatan Penutup & Tantangan ke Depan
Program magang ini dimulai bergulir September 2025, dengan evaluasi berkala agar kualitas dan dampak terus meningkat. Pilar keberhasilan program terletak pada kesinambungan kerja sama dan sinergi antara kampus, pemerintah, dan pelaku usaha perikanan.
Namun tetap ada tantangan: perubahan iklim, fluktuasi harga ikan, infrastruktur distribusi, dan adaptasi teknologi modern harus dihadapi agar program ini tidak sekadar simbolik, melainkan benar-benar melahirkan entrepreneur perikanan yang berdaya saing nasional.(feb)
Editor : Anjar D. Pradipta