Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Beri Solusi Jangka Panjang Masalah Pengairan Pertanian, UMG Berkolaborasi dengan UMLA Gelar Pengabdian Masyarakat di Dusun Kliteh Desa Wajik Lamongan

Anjar Dwi Pradipta • Jumat, 30 Agustus 2024 | 21:23 WIB
Penerapan sistem irigasi cerdas diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi Warga Dusun Kliteh, Desa Wajik Lamongan
Penerapan sistem irigasi cerdas diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi Warga Dusun Kliteh, Desa Wajik Lamongan

LAMONGAN, Radar Lamongan- Universitas Muhammadiyah Gresik dan Universitas Muhammadiyah Lamongan berkolaborasi melakukan pengabdian masyarakat yang didanai oleh Dirjen Dikti untuk memberikan solusi jangka panjang terkait masalah air di Dusun Klitih Desa Wajik Lamongan.

Prodi Agroteknologi UMG Rohmatin Agustina mengatakan, progran kemitraan maayarakat (PKM) atau pengabdian ini sudah dilalukan mulai tahun 2023 dengan skim yang berbeda.

Saat ini, pihaknya melakukan pengabdian dengan membuat irigasi otomatis untuk efisiensi air pada budidaya tanaman bersama kelompok tani gemah ripah Lamongan.

Terjun langsung ke lapangan, beri solusi jangka panjang masalah pengairan pertanian di Dusun Klitih Desa Wajik Kecamatan Lamongan (Anjar D. Pradipta / Radar Lamongan)
Terjun langsung ke lapangan, beri solusi jangka panjang masalah pengairan pertanian di Dusun Klitih Desa Wajik Kecamatan Lamongan (Anjar D. Pradipta / Radar Lamongan)

Karena di wilayah ini hampir tidak ada tanaman yang tumbuh selama musim kemarau, akibat sawah di wilayah ini merupakan tadah hujan. Ketika tidak turun hujan, maka aktivitas pertanian lumpuh.

Sehingga adanya sistem irigasi cerdas tenaga surya berbasis IoT ini diharapkan mampu menjadi solusi pemenuhan air selama musim kemarau.

Irigasi otomatis ini sistemnya memanfaatkan air yang ada selama musim penghujan se-efisien mungkin, lanjut dia, istilahnya irigasi tetes. Sehingga dengan lahan yang luas air tetap cukup.

Tujuannya agar tanaman tetap hidup, minimal untuk memenuhi kebutuhan petani. Selebihnya bisa menambah pendapatan mereka. Menurutnya, wilayah ini paling cocok untuk tanaman padi.

Tapi kalau musim kemarau airnya terbatas, dibutuhkan inovasi agar tetap ada tanaman yang tumbuh. Misalnya labu madu atau cabai yang ditanam di pematang.

Inovasi ini cukup bagus dan bisa menjadi solusi bagi petani setempat dengan harapan jangka panjang bisa berkelanjutan. Sehingg petani tetap produktif dan memiliki pendapatan dari lahan selama musim kemarau.

"Semoga pengabdian ini tidak berhenti dan manfaatnya bisa dirasakan berkelanjutan," ujarnya.
Prodi Teknik Komputer Umla Heri Ardiansyah menambahkan, pengabdian masyarakat ini bertujuan menerapkan teknologi yang dimiliki kampus dan bisa dimanfaatkan masyarakat.

Kemudian memberikan penyuluhan kepada kelompok tani agar menggunakan teknologi yang dipasang di lahan mereka dan bisa berkelanjutan, yang dimulai Juli hingga Desember.

Sehingga stakeholder yang ada bisa berkolaborasi dan berinovasi untuk kemakmuran petani. "Kami berkolaborasi dengan Umla juga untuk membantu petani selama musim kemarau," tambahnya. (rka/jar) 

Editor : Anjar D. Pradipta
#pengabdian masyarakat #UMG Gresik #UMLA